LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL @LOMBATERUPDATE X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 14 OKTOBER 2021

LOMBA MENULIS PUISI NASIONAL @LOMBAPUISI X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 30 SEPTEMBER 2021

LOMBA MENULIS PUISI NASIONAL @LOMBATERBARU X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 01 OKTOBER 2021

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

RUJUK

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 RUJUK


Cinta telah berakhir

Waktu telah lenyap

Taksa telah berhenti

Singkat bersisa asa 

Rasa perlina pupus

Mungkin latisan tak bersifat kekal

Namun Harapan teguh melekat

Akan tiba waktu tak saling memaksakan



"


MAAF

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 MAAF 

Karya : Deby Kumala


Pesanmu tlah lama ku baca

Namun aku malu mengakuinya 

Kau selalu menghiburku 

Tapi aku malu mengakui itu 

Kau selalu tersenyum padaku 

Namun ku tamparkan kebencian padamu, selalu ..

Engkau memaafkanku...


Kau sering berbicara padaku 

Telingaku tuli ketika itu 

Kau sering memberiku bunga bahkan emas permata 

Dan aku tertawa... 

Ha..ha..ha..

Sekali lagi engkau memaafkanku


Fajar berganti senja malampun jumpa

Kali ini kau tak menyapa

Mengapa...


Oh kasih...

Lenyaplah diriku...

Hilang tak bersamamu..

Maafkan aku 

Kasihku... 



(Nganjuk, 202)

"


RINDU

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 RINDU


Ketika hari-hari menyapa

Dengan kehangatan mentari pagi

Yang tak asing lagi...

Keramaian burung bernyanyi

Namun terasa sepi

Itulah rindu.....

Seolah-olah berjalan sendiri

Walaupun banyak kaki yang menemani langkahku

Itulah rindu.....

Langkah ku terhenti sejenak

Merenung dan menatap tempat itu.

Angin membisikan suaranya

Pada telinga yang termenung.

Kau membuatku tersanjung,

Kau juga membuatku tersandung.

Tapi ku tak kunjung memberi relung

Dalam ruang waktu yang tak asing

Seperti itu lah rinduku...."


SENJA YANG TELAH USAI

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 SENJA YANG TELAH USAI

Cipt. Putri Alyafani Agustin



Senja menjadi saksinya

Kala kita saling mendekap senja

Hingga lembayung datang menyapa

Yang datang sekejap membawa luka 


Disini aku berdiri

Dibawah naungan senja

Begitu usang penantianku

Menunggumu yang tak kunjung datang 


Mungkin kau tak pernah sadar

Kepergianmu menorehkan luka di dada

Air mataku memang tak menetes

Ku tahan semua luka itu, mencoba kuat

Namun, semuanya sangat menyiksa

Sungguh, itu menyakitkan 


Aku merenung lebih lama

Meyakinkan semua baik-baik saja

Biarkan waktu berbicara

Tidak ada alasan untuk tidak bahagia


Kehadiran

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 Kehadiran


Aku melihat ada rembulan di wajahmu

Lalu kau paksa mata sayuku meramu

Kau buat aku meridu di setiap detik berlalu


Kini kau hadir bukan sekedar cerita

Tidak seperti biasanya, jelas itu berbeda

Jikalau sempat ada hati yang menyapa

Jangan sampai ragaku di  buat kecewa


Keindahan-Keindahan hadir dalam benak

Menghilangkan segala nafas yang sesak

Dan separuh raga tak dapat lagi mengelak

Dari semua rasa yang telah lama tertolak


Hadirlah..

Jangan kau  buatku terbelenggu

Datanglah..

Jangan kau buatku lama menunggu.


Bogor, 12 September 2021


Tunas Muda

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 Tunas Muda

KARYA Ahmad mahfudz


Di lehermu, merah putih melingkar....

Sebuah ucapan yang menjadi ikrar..

Dengan semangat berkobar

Jangan sampai menjadi ingkar...


Wahai tunas muda..

Ingatlah kode kehormatanmu....

Yang menjadi landasan hidupmu

Agar hidupmu tidak terpaku...

Terhadap pendirian mu..


Wahai tunas muda....

Bukanlah seragam yang membesarkanmu...

Bukan pangkat yang ada di pundakmu..

Namun raga dan hatimu

Yang selalu ada untuk dirimu


Wahai tunas muda...

Tetaplah bertunas...

Tetaplah berkarya..

Tetaplah menjadi Pramuka..

Praja muda Karana


Bengkulu, 25 September 2021"


RAHASIAKU

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 RAHASIAKU

Oleh: Lika Julianta Siregar


Melihat senyummu, salah satu bahagiaku

Tak tahu sampai kapan itu berlaku

Ku rindu..

Saat aku masih bisa memandangmu

dengan kedua bola mataku

Menatap indah senyummu

Walau ku lakukan itu tanpa sepengetahuanmu

Ku menikmati..

Saat-saat ku tersenyum di balik punggungmu

yang sampai saat ini masih seperti itu

Adakah saat..

dimana aku akan tersenyum

di depan kedua binar bola matamu

dan mendapatimu tersenyum padaku?

Sehingga bukan hanya aku

Tetapi juga ada kamu

Bukan di belakangmu

Tapi di hadapanmu

Ataukah akan tetap seperti itu?

Sampai tak lagi ku temukan 

Kau di ujung kelopak mataku


Sayatan Hati

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 Sayatan Hati


Semakin bertambah usia 

Bertambah juga beban dunia

Setiap melangkah ke luar

Selalu di beratkan dua pilihan

Yang semuanya hanya akan menyakitkan


Dalam pikiran ingin kuliah

Namun hati menangis tak tega

Betapa kejam seakan tertindas

Sadar diri namun tak kuasa

Melihat kehidupan masa depan


Kaum kecil namun bertekad keras

Berusaha kuat walau sering terluka

Bertambah tahun  merasa semakin dibawah

Kuat untuk terus berkata tak apa


Apa rencanamu tuhan? 

Langit hanya diam membisu

Dunia sedang tidak baik-baik saja

Kejamnya persaingan yang ada

Menindas kaum kecil dengan uang


Wahana Abadi

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 Wahana Abadi


Wahana abadi dijadikan perlombaan

oleh sebagian orang

para peserta saling sikut

demi menuju tempat itu

beberapa regu lomba

terlihat saling dorong

namun, tingkah mereka lucu

mulutnya berkata, regu tertentu tak bisa

untuk menapaki wahana abadi itu

apa yang mereka pikir?

apa kunci surga ditangannya?

"


Skeptis

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 Skeptis 


Angin laut berteriak padaku hingga karang bergetar mendengarnya

Pasir pantai yang terinjak tidak merasakan sakit lagi

Seperti itulah diriku, setidaknya saat ini

Pohon kelapa mencoba menghibur namun sia-sia


Perjuangan ini akan terasa sakit

Memar dan luka tak akan dapat dihindari

Tidak masalah bagi diri ini 

Asal jangan menghalangi untuk menggapai mimpi


Aku bukan penipu,

Namun semua orang tak pernah mempercayai diriku


aku manis

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 aku manis 

By Nita Zahrani


Aku menatap nya dengan serius

Aku menyimak pembicaraan nya lagi, dengan serius 

Ku anggukan kepala ku 

Dengan diiringi senyum manis ku 


Sesekali, ia menatap ku

Sama seperti ku,

Ia tersenyum manis kepada ku 

Lalu....


Lelucon hadir di antara kita 

Ia dan aku tertawa 

Kita tertawa terbahak-bahak

Bahkan hingga mengeluarkan air mata 


 Keheningan tiba setelah nya 

Kembali tersadar lalu diam Sambil berkata pada diri sendiri 

Tak apa, melepas tawa itu baik 


Sedikit membuat tenang dan melupakan nya 

Lalu aku tersenyum sendiri 

Aku mulai berbicara didalam hati 

Lalu aku tertawa lagi

Antara Hidup dan Redup

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 Antara Hidup dan Redup


Kisah kian pupus tersapu masa

Rindu bungkam tak lagi berkuasa

Kini sendu kian menyiksa

Aku tak kuasa!

Menilik sepi tak selamanya hina

Justru disitu kutemukan tenang dan sentosa

Dunia fana memang benar adanya

Manusianya terhasut harta dan tahta

Semesta pun kehilangan arah

Jika ada luka pasti ada duka

Juga dengan tawa dan bahagia

Begitu cara Tuhan menyusun skenario Nya


Setiap yang hidup pasti punya asa

Tetapi manusia hebat selalu punya cara

Untuk bangkit dan menelan asa

Merongrong setiap langkah 

Tertatih hadirkan air mata

Bersorak tandakan bahagia


Adakah cinta?

Ku butuhkan jeda juga rasa

Namun bukan sekedar ilusi yang fana

Juga bukan fatamorgana,

Yang katanya ada namun nyatanya tiada


Mimpi dan harapan

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



Mimpi dan harapan


Dalam diam aku memikirkan mimpiku

Kutulis semua itu dalam buku diary kecilku

Mencoba menuangkan semua harapanku dalam buku

Langkah demi langkah akan kutempuh

Dan akan ku kejar asa dalam genggaman


Bagaimana mungkin diri ini hanya diam

Jika isi kepala dipenuhi dengan impian ku

Aku akan terus berjuang, walau jalan terhalang

Bagiku saat ini tak ada rasa ragu dan bimbang

Akan kuperjuangkan mimpiku agar menjadi kenyataan


Di saat lelah meminta hati,

Dan jiwa membujuk pilihan

Di saat manusia kembali terlelap, menuruti segala bujuk hasrat

Yang membuatku percaya hanyalah harapan dan impian


Tentang harapan dan impian,

Tidak ada kata menyerah sebelum memulai

Meski beberapa kali aku harus terjatuh

Semangatku-lah yang membuat aku bisa bertahan

Untuk meraih impian dimasa depan"


KORAN KENANGAN

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 KORAN KENANGAN


Pagi bersama kopi bercangkir antik dari akrilik,

Yang membawakan aroma rindu darimu

Sembari duduk menunggu tukang koran ,

Yang bertuliskan pesan dari orang terseyang.


Dengan kaca mata berante Bapak membaca,

Perihal politik di atas kertas yang tak pernah tuntas

Tentang buruh yaang demo karena upah selalu berubah

Dan para sopir yang tertidur saat menyetir


Ah Bapak,

Semua itu klasik tapi tak asyik

Andai bisa rekues,

Bapak akan membeli koran dengan halaman yang penuh kenangan

Dengan gambar sepeda yang berkeranjang

Berisikan bunga yang manis dan sedap dipandang


Indah bukan,

Sayang, tak ada toko yang menjual koran kenangan Bapak,

Semua hanya berisikan korupsi dengan kasus basi

Tentang suara rakyat yang dianggap tak bermartabat

Dan pemerintah yang tak bijak membuat perintah.







Tafrihatus Syafa ah_Koran Kenangan_Tuban"


MENCOBA

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 MENCOBA


Dalam gelapnya ruang

Rasa pahit terasa sangat

Menemani, menambah bumbu kesunyian

Tak terdengar

Tak terlihat

Hilang sudah 

Semua pergi tanpa kata

Menyisakan isak tangis dan penyesalan

Aku gagal.... Kembali gagal 

Kesalahan seolah tak mau pergi

Membiarkanku sendiri

Untuk mencoba kembali


AKU INGIN

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 AKU INGIN

Nurul Hikmah Djano


Aku ingin mencintaimu

Tanpa kekhawatiran,

Tapi tidak bisa.


Aku ingin mencintaimu

Dengan tenang,

Tapi selalu saja risau.


Tahukah kau?

Kepalaku selalu saja

Dipenuhi dengan pertanyaan

Yang isinya adalah tentangmu.

“Masihkah ada aku dalam debar?”

“Adakah rindu untukku?”

Apakah kau juga sekhawatir ini?


DISUATU TAKDIR

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 DISUATU TAKDIR


Saat aku melihatmu untuk pertama

Ada keramaian

Hanya engkau yang aku inginkan

Tak mampu berkata

Hanya mampu memendam

Kamu dan aku

Mengukir hati dalam bingkai yang berbeda

Tak pernah menyapa

Tak ada ikatan

Bagaimana bisa aku memilikimu

Memikirkanmu saja

Sudah membuat aku bahagia

Merasa bahwa suatu saat takdir menyatukan kita

Namun

Takdir berkata lain

Takdir tak ingin aku bersamamu

Hari ini aku harus melepaskanmu

Yang belum sempat ku gapai

Melepaskan genggaman mu

Yang belum sempat aku genggam

Pergilah kupu-kupu 

terima kasih 

Untuk warnamu

Kepakan sayapmu

Yang tak kau beri namun aku merasakannya

Dalam takdir lainnya semoga kita dipertemukan kembali

Dengan cerita yang berbeda

"


Aku Rindu sekolah

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 Aku Rindu sekolah

Karya : ALMAIDA


    Sudah lama terasa

Aku tidak berangkat kesekolah.....

Bukan karena diri ini malas

Untuk belajar dan menuntut ilmu.....

      

      Justru diri ini sangat rindu.......

      Duduk dikelas,

Belajar bersama-sama

Dan bermain bersama...


    Rasa bosan dan malas belajar dirumah...

    Diri ini tak bisa kemana-mana...

    Diri ini hanya diam dan mengikuti alur

   dan bersabar dengan semua ini


    

          Aku rindu berkumpul bersama Teman-temanku...

          Aku rindu dengan guruku....

          Aku rindu tempat dudukku....

          Aku rindu sekolah dan kelasku tempat dimana saya mendapatkan ilmu..


   Aku belajar dirumah sudah satu tahun lebih...

   Saat ini aku sudah duduk di bangku kelas 12

   Dimana masa itu tidak akan lama...

  dan akan meninggalkan sekolahku

 

    Aku ingin sekolah

    Agar aku bisa belajar dan bermain bersama teman-temanku...

    Bisa berbagi ilmu bersama....

    dan bersenang-senang bersama...


        Aku berharap semua ini cepat berlalu

        Agar aku bisa kembali sekolah

        Agar aku bisa bertemu dengan guru dan teman-temanku

       dan menghabiskan waktu bersama mereka....


       Aku sangat ingin membuat kenangan yang indah.....

      Bersama teman-temanku

      Walau hari yang cepat berlalu dan waktu yang cepat berputar..




Fajarku Disambut Semburat Rindu

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 Fajarku Disambut Semburat Rindu

Karya: Lilah


Malamku datang membuat mata terpejam

Membaringkan tubuh menenangkan kalbu

Hingga malam berakhir mengucapkan salam

Fajarku datang disambut semburat rindu


Teruntuk kamu yang masih menjadi rahasia

Kamu yang masih ku pinta dalam Doa

Segeralah datang lalu bertamu

Hingga segera ada titik temu


Entah aku belum atau sudah mengenalmu

Apakah diantara kita pernah ada temu

Ataukah temu itu masih menunggu

Fajarku disambut semburat rindu


Ingin sampai rusuk ini pada pemiliknya

Ku yakini, sedang berjalan skenario-Nya

Langkahmu pasti menuju padaku

Langkahku pasti menuju padamu


Datanglah, lalu bertamu

Hingga segera ada titik temu

Temu yang menyatukan

Jawaban dari doa yang dipanjatkan

"


Harapan Kecil

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 Harapan Kecil


Berjalan beriringan bersama waktu

Memeluk diri diterbenamnya senja

Kata perkata diucapkan dilubuk hati

Berharap didenger meski tidak dikabulkan


Memang sangat sederhana harapan ini

Seperti ungkapan yang diucapkan setiap pagi

Bahagia selalu meski dengan hari ini

Berharga bersama dengan nikmat yang ku jalani


Harapan kecilku

Datanglah bersama perjuangan selama ini

"