PENANTIAN BERUJUNG

 PENANTIAN BERUJUNG

 PENANTIAN BERUJUNG


Pagi begitu indah

Matahari menampakan sinarnya

Pohon dan gunung menjulang tinggi

Burung"" berkicau menghiasi pagi

Gedung dan rumah melengkapi bumi


Pagi ini,

Melihat indahnya bumi

Berharap kau kembali

Ku lihat kesana kemari

Akankah kau datang menghampiri


Seperti ketulusan hati

Jiwa yang tak pernah pergi

Dan raga yang mendampingi

Akankah kau percaya takdir ini

Dia yang hilang tak pernah kembali


Biarpun kini kita tak bersama lagi

Percayalah, cinta kita pasti abadi

Tunggulah aku disana kembali

Hingga yang kuasa memanggilku kembali


Rdanial,080820

"TERSIRAT KESUNYIAN

 "TERSIRAT KESUNYIAN

 "TERSIRAT KESUNYIAN

Karya : Silvia Fadilatin Nailah


Terlelap,

Sekejap,

Engkau mendapati

Keteguhan hati.

Melantunkan,

Meramalkan,

Engkau bermalam

Bersama pengalaman.

Menutupi,

Bermimpi,

Engkau berkeliaran

Penuh kesadaran.

Menguap,

Mendekap,

Engkau memadam

Hingga meredam.

Membuka,

Menyeka,

Engkau mencari

Ketenangan sendiri.

Terpangku,

Menyiku,

Engkau mendapati

Kesegaran sejati.

"


Mah Tunggu Aku

 Mah Tunggu Aku

 Mah Tunggu Aku 


Tugas yang banyak 

Hafalan yang melonjak

Hutang berkali lipat 

Cucian semakin sangat

Pembayaran menumpuk lima kali lipat

Masalah belum mencapai mufakat 

Peraturan dibuat ketat 

Aku yang sudah penat

Tolong aku agar rehat 

Tapi, aku akan bertekad

Mengembalikan semangat 

Tak akan kubiarkan sang penghianat

Datang menghujat

Akan aku buktikan semua penat

Menjadi bibit yang hebat

Dari usaha dan doa yang kuat"


Hamba Bingung, Tuan

 Hamba Bingung, Tuan

 Hamba Bingung, Tuan


Aduhai, betapa gelisahnya diri hamba

Otak kanan berkata tuk ke kiri

Otak kiri tunjukkan perintah maju

Dua mata terbelalak melihat arah belakang

Tangan kanan raih sebatang kayu

Kedua kaki hamba anda lumpuhkan

Saraf nadi berdegup tak seirama

Pembuluh arteri terbakar kehabisan kata

Sebagian darah hamba sudah tuan resap


Hamba bingung, tuan 

Hamba melangkah maju, terhadang tembok belakang toilet tuan

Hamba coba mundur, anjing-anjing galak pasang muka seram-seram

Hamba putar ke kanan, tuan berikan ultimatum

Hamba melirik ke kiri, satpam ramah-ramah tuan todongkan panah dikepala

Hamba diam pun, tuan tinggal sembari menguap

Oh tuan yang dipertuan oleh tuan-tuan

Mengapa tidak jadi Tuhan saja anda, tuan


Arunika tak menghapus luka

 Arunika tak menghapus luka

 Arunika tak menghapus luka


Ku buka mata di pagi hari

Melihat indahnya Arunika menyapa hati

Ternyata masih sama, ku dapati diri ini runtuh di telan sunyi


Satu hati selalu menjadi persinggahan para pelepas nestapa

Mengukir keindahan cinta yang fana

Namun selalu di akhiri dengan harapan yang menyayat hati penuh luka"


Untukmu Sang Pemuja Iri Dengki

 Untukmu Sang Pemuja Iri Dengki

 Untukmu Sang Pemuja Iri Dengki


Untuk aku yang selalu berusaha

Menulikan telinga

Dari lidah sembarang yang merasa paling bisa

Mereka seenaknya bicara 

Tanpa tahu proses yang ku jalani seperti apa


""Mana bisa dia begitu?""

Ya memang aku belum bisa

Tapi aku pasti bisa


Jika irimu berwujud api

Aku laksana ilalang nan kering

Yang langsung hangus saat dipancing


Tapi aku berusaha tegar

Kuatkan hati seperti baja

Lelah ditempa

Berubah menjadi sesuatu yang lebih istimewa


Percuma kau menghinaku

Membuatku tak berdaya

Percuma!

Semua itu takkan membuatmu terlihat lebih berharga


Aku takkan lelah

Untuk proses menuju sukses

Aku takkan kalah

Karna aku takkan menyerah


Untukmu sang pemuja iri dengki

Aku hanya bisa tertawa

Melihat tingkahmu yang tak ada sisi dewasa

Sudahkah lelah? 


Tutup mulutmu! 

Tata hidupmu

Tak perlu jatuhkan mentalku

Karna sainganmu bukan hanya aku


Antara Aku, Kamu, dan Dia

 Antara Aku, Kamu, dan Dia

 Antara Aku, Kamu, dan Dia


Lelah...

Satu kata yang kini ku rasa

Aku lelah bertahan dalam keadaan yang sangat memuakkan

Terjebak antara kamu dan dirinya


Aku takkan bertahan jika kamu tak meminta

Aku takkan lelah berharap dan menanti andai kamu tak pernah berjanji

Berulang kali kamu mengutarakan janji

Dan berulang kali pula aku mempercayai dan terus menanti

Meski pada akhirnya, janjimu tak pernah ada yang terbukti

Kamu, selalu dengan gampangnya mengingkari


Andai aku bisa...

Lari... 

Adalah hal ingin ku lakukan saat ini

Aku ingin pergi meski sulit

Aku ingin mengakhiri kisah kita meski sakit


Aku lelah...

Hubungan kita terlalu rumit yang berakhir dengan rasa sakit

Tidak! Bukan kita

Melainkan hubungan antara aku, kamu dan dia


Aku yang gampang menerimamu kembali

Kamu yang masih nyaman berkubang dengan masalalu

Dan dia yang selalu kamu perjuangkan meski kamu tak pernah dihargai

Memeluk Romansa

 Memeluk Romansa

 Memeluk Romansa

Oleh : Seny Agustin


Hati ku marah pada waktu

Berkelana membentang 

Yang telah lewat dan lalu,

Bergurau pada kisah dan rindu

Menyapa sayang dalam kalbu


Akankah kembali jua pada ku

Kenangan indah aku dan dirimu,

Bersama kita lalui gelombang cinta

Yang kita ciptakan di hatiku,


Tanpa henti kita menatap langit

Dari gelap menjadi biru,

Sungguh indah yang kita lihat

Dan hati ku pun bersorak gembira


Biarkan aku memeluk romansa

Dalam dada ini,

Agar kau melihat dan tahu

Akulah yang berada di hatimu,

Biarkan riak cinta bersanding

Melayang di mega."


Emosi mu

 Emosi mu

 Emosi mu


Sanggup dalam menahan

Bukan berarti tak mengeluarkan

Engkau berikan rasa takut yang dalam

Melampiaskan pada banyak orang



    Aku menampung semua emosi mu

    Tanpa kau sadari aku menahan rasanya

    Bagimu engkau puas akan itu

    Tetapi tidak untukku


Senja Dan Kamu

Senja Dan Kamu

 PUISI

Senja Dan Kamu


Ketika senja tak sengaja hilang 

Diatas langit cakrawala sore hari 

Senja tiba tiba hilang 


Diatas langit yang berlangsung gelap

Hembusan angin malam menembus pipiku

Sepertimu yang tiba tiba hilang 

Dan Kembali membawa kenangan


Ketika kamu datang membawa senyuman 

Kenangan dikala itu dibibir pantai

Dengan kehangatan tubuhmu yang memeluku


Seperti tidak akan ada perpisahan di antara kita

Namun logika berkata 

Kamu menjauh dan menghilang 

Lama dan datang kembali 


Seperti senja yang tak sengaja hilang 

Senja-senja-senja

Kamu-kamu- dan kamu

Semuanya nampak sama

 

Karya : RIZKI