Perjuangan

Perjuangan

 "Judul Puisi:Perjuangan 

Nama Penulis:Saidah tunnur nasution

Isi Puisi:

Perjuanganku...

Aku selalu berjuang demi masa depanku

Dan keluargaku,dikala suatu hari aku terpuruk tidak ada satu pun yang mengerti dengan keadaanku di situlah saya berfikir mulai bangkit untuk berjuang tanpa ada kata putus asa.

Di dalam kehidupan ini banyak terdapat berbagai cobaan yang kita lalui sehingga kita harus terus berupaya menjalaninya tanpa ada kata menyerah dengan demikian pula di dalam perjuangan kita harus selalu mengiringinya dengan doa karena tiada usaha dan doa perjuangan akan sia-sia begitu saja.

Dan segala sesuatu yang sudah kita lakukan jika tidak berhasil kita harus tetap semangat untuk mencoba hal baru agar tercapai keinginan yang diharapkan.



Biodata penulis

Nama:Saidah tunnur nasution

Alamat:Pasar 2 natal

Anak ke 1 dari 4 bersaudara

Pendidikan Semester 5 Jurusan pendidikan guru madrasah ibtidaiyyah 

Hobi:membaca

Cita-cita:Dosen"


Diriku, apa adanya

 Diriku, apa adanya

 "                  “ Diriku, apa adanya

                 Karya Angelica Regita



Inilah diriku,

Diri yang kucintai sepenuh hati

Diri yang kuhargai sepenuh jiwa

Diri yang menjadi jati hidupku

Diri yang menjadi teman yang setia dalam hidupku


Inilah diriku,

Diri yang selalu menjadi milikku

Diri yang selalu tampil apa adanya

Selalu tampil sempurna di hadapan orang lain

Di hadapan orang selalu memandangku sebelah mata


Inilah diriku,

Yang selalu dianggap remeh dan hina

Selalu menjadi yang serba salah dimata mereka

Selalu yang menjadi kurang dimata mereka

Seolah diriku ini seperti benalu dihidup mereka


Inilah diriku, untuk mereka 

Yang memandang fisikku sebelah mata

Yang menganggap remeh perjuanganku

Yang membandingkanku dengan yang lain

Ini adalah diriku bukan yang lain 


Inilah diriku, diri yang kumau

Diri yang selalu berjuang tanpa mempedulikan buah bibir orang

Dan ingatlah semua manusia tak sempurna kecuali yang Maha Esa

Diri yang selalu menjahit luka di hati, maupun batin

Dan inilah diriku, apa adanya.


Biodata Penulis:

Nama: Angelica Kantriana Putri Regita 

Tempat/ Tanggal Lahir: Samarinda , 25 April 2007

Status: Pelajar

Agama: Kristen Katolik.

Terimakasih~"


MENUNTUT ILMU


Ini adalah puisi salah satu peserta lomba cipta puisi tingkat nasional, puisi ini lolos kurasi dan akan dibukukan ke dalam buku yang berjudul,"Kenangan"

MENUNTUT ILMU 


Bila mentari bangun pagi

Ku berlari memulai hari 

lalu bersiap untuk pergi

Menuntut ilmu tiada henti.


Sejuta angan dan mimpi

Menari dikepalaku 

Sejuta angan dan harapan

Bergemuruh di dalam hatiku.


Ku tatap mentari dan berkata

Aku siap demi menggapai cita-cita ku

Berjuang untuk meraih harapan

Dan demi masa depanku.

"


"MIMPI DAN NYATA


Ini adalah puisi salah satu peserta lomba cipta puisi tingkat nasional, puisi ini lolos kurasi dan akan dibukukan ke dalam buku yang berjudul,"Kenangan"

 "MIMPI DAN NYATA


Perlahan tertiup angin..

Sang mentari hilang entah kemana...

Ku terendap dalam mimpi...

Bagai tertelan di dalamnya...


Menukas sebuah misteri...

Yang kini masih ku cari...

Sebuah gadis yang terlara..

Yang diselimuti rasa pembunuh di hatinya ..


Ia bercerita, dan ia terluka..

Setetes putih merayapi wajahnya ...

Ku tahu, apa yang ia rasa...


Kehidupannya bagai sebuah perahu...

Terombang ambing tak pasti...

Dan dibahagiakan oleh seorang ahli pisau...


Ahli pisau telah menyentuhkan lembut..

Hingga itu merobek dagingnya..

Aku diam, aku rasa kubahagia..

Karena, aku akan menemui sebuah cahaya...


Emasku sekarang sudah ada di dalam tanah...

Masa itu,  aku selalu menjaganya...

Dan Kini, ia bahagia,..

Dan aku akan menghampirinya...


Aku terbangun, dan menjumpa kegelapan...

Dia duduk di sampingku, menangis darah..

Ku antar dia ke tempat indah ..

Hingga ia melambaikan tangannya penuh bahagia..


Sang angin membawanya terbang..

Menyulap semuanya seolah tak pernah terjadi...

Dia bahagia, dia senang..

Dan sang tuhan telah menantinya...

"


"Kasih Yang Sempat Kau Ragukan..


Ini adalah puisi salah satu peserta lomba cipta puisi tingkat nasional, puisi ini lolos kurasi dan akan dibukukan ke dalam buku yang berjudul,"Kenangan

 "Kasih Yang Sempat Kau Ragukan..


Teruntuk hati yang terlukai oleh sikap ku.

Tanpa sengaja aku melakukannya,

Tanpa ku ingin untuk terjadi.


Sikap ku yang kalah akan sebuah kasih,

Mulutku yang sudah terlanjur berucap janji.


Jika waktu memberikan kesempatan kembali,

Kejadian sakit hati tak ku persilahkan hadir,

Tak ku persilahkan mengoyak relung hati,

Terlebih merebut senyum manis mu.


Jika waktu memberikan kesempatan kembali,

Akan ku peluk dirimu yang terluka itu.


Tak peduli jika kau sudah benci,

Aku hanya ingin membuktikan kasih yang sempat kau ragukan.

Entah apapun yang kau pikirkan,

Percayalah aku takkan pernah melepas kasih.


Maafkan sikap ku,

Membuat mu jenuh akan sebuah kasih.


Medan, 31 Agustus 2022

TDP HRP"


"Sekolah ku


Ini adalah puisi salah satu peserta lomba cipta puisi tingkat nasional, puisi ini lolos kurasi dan akan dibukukan ke dalam buku yang berjudul,"Kenangan"

 "Sekolah ku

Kini engkau tidak berwujud sekolah lagi

Kini engkau tlah hancur di hantam tragedi 28 September

Kenangan itu tak bisa di ulang"


"Judul: surgaku yang menganak sungai


Ini adalah puisi salah satu peserta lomba cipta puisi tingkat nasional, puisi ini lolos kurasi dan akan dibukukan ke dalam buku yang berjudul,"Kenangan"

 "Judul: surgaku yang menganak sungai


Aku membuka kedua mataku

Namun cahayanya langsung menimpaku

Aku menutupnya kembali

Lalu ku coba beberapa saat kembali

Kini cahaya itu tak lagi menghalangi netraku

Hanya ada ibu yang menjadikan tubuhnya sebagai penghalang cahaya yang begitu menusuk mata.

Saat ini...

Aku bisa melihat wajah sembab penuh kecemasan

Bersatu dengan deru nafas kelegaan.

Ya tuhan...

Ampuni aku..

Telah membuat salah satu pemegang surgamu berair mata bak menganak sungai

Aku merindukan ibuku.

Memeluknya dengan begitu erat

Dan tanpa keinginan sepihak.

Ibu..

Bukan ini yang kuinginkan

Tuhan..

Tolong beritahu padanya

Yang kuingin adalah ekspresi bahagianya

Bukan sendu bersimbah air mata."


" SENJA


Ini adalah puisi salah satu peserta lomba cipta puisi tingkat nasional, puisi ini lolos kurasi dan akan dibukukan ke dalam buku yang berjudul,"Kenangan"

 "                          SENJA


Sebuah cahaya pemis alam semesta 

Memberi sejuta makna yang tak bisa diterka 

Menciptakan warna disetiap cerita 

Itulah senja yang selalu memukau mata 

            

 Ada rasa yang kian hari kian membara 

 Apakah ini yang dikata Cinta?

 Dibuat nyaman alam semesta dan selalu  ingin jumpa

 Hingga membuat jiwa begitu bahagia



Ku nanti sang raja untuk menyapa 

Dikala senja yang tak kunjung jua 

Ku rasa hampa dibalut kecewa 

Karna kita tak bisa jumpa 



 Begitulah senja bercerita 

 Mengajarkan kita untuk tetap menjaga apa yang masih ada 

 Sebelum Kita kehilangan 

 Begitulah cerita alam semesta 

    "


" Kecewa


Ini adalah puisi salah satu peserta lomba cipta puisi tingkat nasional, puisi ini lolos kurasi dan akan dibukukan ke dalam buku yang berjudul,"Kenangan"

 "                                        Kecewa


Ingin ikhlas namun hati tak mampu menghapus rasa

Air mata tak hentinya mengalir, semakin deras saat satu peristiwa terlintas

Tess.. Tess bulir hangat air membasahi pipi

Akankah sakit ini akan hilang?

Oh kecewa....

Ingin hati menerima dengan lapang dada

Namun hati terlampau sakit dan sesak

Oh kecewa...

Mengapa kau ada disetiap takdir tak selaras dengan yang kuinginkan

Sakit memang sakit

Hancur memang hancur

Apakah itu yang dinamakan sakit tapi tak berdarah

Oh hati lapangankan dada untuk bisa menerimanya

Jangan sampai ego menguasainya

Lapang kan hati agar bisa ikhlas menerimanya

Percaya dan kuatkan hati 

Bahwa Kau punya rencana terbaik-Mu

Kau punya scenario terhebat

Yang mungkin tak terlintas dalam pikiranku

Sebab bersama kesulitan ada kemudahan

Ada siang ada malam

Ada kanan ada kiri

Ada manis ada pahit

Ada suka ada duka

Semua sudah diatur oleh -Nya

Apa yang harus dirisaukan

Apa yang harus ditakuti

Apa yang harus ditangisi

Percayakan semua pada-Nya

Zat yang tak akan ingakari janji

Yang selalu ada disetiap saat tanpa kamu minta

Bahkan saat kau melupakannya

Dia ada untuk selalu mengingatkan kembali kepada-Nya

Jangan berlarut dalam kesedihan

Jangan salahkan diri dengan cercaan

Sebab adanya badai dan hujan adalah tanda pembawa kabar

Akan adanya pelangi setelahnya

Sudahi rasa kecewamu

Sudahi rasa sedihmu 

Sebab ada kejutan yang sedang menantimu"


"BIMBANG


Ini adalah puisi salah satu peserta lomba cipta puisi tingkat nasional, puisi ini lolos kurasi dan akan dibukukan ke dalam buku yang berjudul,"Kenangan"

 "BIMBANG

kadang aku bertanya pada diri

Bahkan memcoba mencari jawaban sendiri


Ketika kutemukan

Aku jadi ragu dan tidak berhasil menyakinkan diri ini"