Torehan Syukur

Torehan Syukur

Torehan Syukur

Ramah Adriani zura



                     Torehan syukur


Untuk tahun yang indah ini

Yang penuh ekspektasi

Untuk aku bermeditasi

Serta membangun kepercayaan diri

Meski harus menyikapi depresi

Dan menghadapi lelahnya frustasi

Serta masalah yang berdimensi

Tapi Tuhan minta aku mensyukuri

Semua hal ini dilubuk hati.


Hingga ditahun ini 

Kularikkan sebuah puisi

Yang berentenan kata dan arti

Yang bagiku kian berarti

Untuk tahun ini

Hingga nanti.🌹



Biodata

Nama: Ramah Adriani zura

Umur : 15 tahun

Asal sekolah: SMA negeri 16 Medan

Hobby : menulis

Harapan Yang Tak Jadi

Harapan Yang Tak Jadi

Harapan Yang Tak Jadi

Nur Mayanti Lubis


Harapannn….

Aku sudah tau bahwa kau sangat menyakitkan

Kau bisa membuat orang jadi tidak berdaya 

Kau bisa membuat orang jadi tidak mampu hidup 

Dibulan Desember kemaren

Aku berharapp…..

Bahwa dibukan itu ulangtahunku

Dan aku berharap dibulan itu juga aku melaksanakan sempro

Tapi kenyataan yg engkau berikan sangat pahit..

Aku sudah kecewa denganmu

Tapi …

Aku berdoa kepada Tuhan

Bahwa dibulan Februari ini 

Abangku lulus ujian 

Sehingga tidak membuat patah semangat kedua orangtuaku

Terimkasih….


Tgl lahir : 19 Desember 2000

Asal : Sumatera utara

Usai

Usai

Usai

Yuliara


Lembar perkara

Kini beranak pinak

Pelukmu tak hangat lagi

Tanganmu tak kurengkuh lagi

Tepis tangis

Atau pergi dengan tangis

Sewindu kuatku

Kusut ragaku

Liang hati

Tertimbun api, dalam palung

Sempat sempit jalan pikir 

Hingga akhir tak akur

Bersisa tawa palsu penuh semu

Usai

Usai

Usai

Afifah Luqman Sadida


Sepenuhnya aku bukanlah milikmu

Kamu hanya rumah kecil milikku


Atas segala cemburu yang menyala

Atas segala gemuruh yang membara

Atas ratusan rintik hujan lewat bola mata


Nestapa kesepian

Aku butuh sang dama

Butuh dalam rangkulan milik sang bulan


Pilu demi pilu dilewati dalam derai dewana

Sepi demi sepi lewat batin yang bertaut

Ku eja namamu dalam doa

Berharap kamu milikku di masa mendatang


Namanya Afifah Luqman Sadida atau kerap disapa dengan Sadida. Ia adalah seorang Mahasiswa Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo yang berusia sembilan belas tahun.

Candu Yang Menjadi Rindu

Candu Yang Menjadi Rindu

Candu Yang Menjadi Rindu 

Antakuna lutfi Sholiha


Alangkah syahdunya malam ini

Nan diselimuti oleh Dinginnya angin malam

Titik-titik putih ikut mewarnai indahnya lukisan Tuhan

Awan pun ikut berkumpul, hingga bulan ikut mengintip dari balik awan yang cukup tebal


Ku tak berhenti memandangi indahnya lukisan Tuhan pada malam ini

Untuk mengungkapkannya tak ada kata-kata yang dapat kutulis dalam sajakku

Namun waktu terus berlalu

Alangkah sedihnya diriku, Harus Berpisah dengan indahnya malam pada hari itu


Lantas apa yang harus aku lakukan pada hati yang sangatlah rindu akan pertemuan yang candu

Untuk mengulanginya seperti mustahil

Namun apa daya hati ini yang ingin memutarnya namun sadar akan suasana yang berbeda

Fantasi fantasi dalam otaklu mulai menari

Ingatan dalam memoriku terus mencari kenangan demi kenangan


Seolah hati ini resah karena masuk dalam lubang rindu yang cukup mendalam

Hari demi hari terus kutunggu malam yang candu seperti dulu

Omong kosong yang hanya bisa keluar dari mulutku

Lihatlah bulan yang indah sekarang ke mana?

Hanya terlihat sekumpulan awan yang terpapar tanpa adanya titik Indahnya mewarnai

Aku hanya bisa menitipkan salam pada awan untuk pertemuan kembali dengan suatu malam yang aku nanti-nantikan hingga saat ini


Biodata penulis: saya adalah murid yang masih menjalani masa putih abu-abu, menuntut ilmu hingga Merantau ke kota sebelah, tak usah panjang lebar Ada satu quotes dariku saat tangis ditelan Rindu Hati seolah miris akan pertemuan yang syahdu

Di sini Diriku Mencoba menceritakan sesuatu yang sangat aku rindu rindukan yang masanya tak akan bisa ku ulang kembali yakni masa biru putih Sekian dari saya secercah Rindu yang sempat aku selipkan pada memori puisiku

AKU

AKU

AKU

Fadila Nurhaliza


Sungguh besar jasa mu terhadap tubuh ini

Tak kenal lelah walau sering dikhianati

Diri “Aku” selalu merasa sendiri

Walau banyak keramaian mengerubungi


Apa sebenarnya yang “Aku” rasakan ?

Kenapa rasa sedih yang selalu datang ?

Sebab apa “Aku” selalu merasakan ?

Keletihan yang tak kunjung padam


Kini mengijak dewasa ku paham

Apa sebenarnya yang selama ini ku rasakan

Lelah menghadapi dunia yang penuh kepalsuan

Karena rasa syukur yang kurang


Bangkitlah wahai tubuh yang hening

Lepaskan rasa selalu kurang selama ini

Pandanglah jauh kedepan diri

Agar “Aku” bisa selalu menikmati hari


Biodata penulis: 

Saya Fadila Nurhaliza biasa dipanggil Fadila seorang Mahasiswa aktif semester 3 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo.

Sedikit biodata singkat dari saya dan berharap bisa memenangkan lomba puisi yang sangat biasa ini, terima kasih. Xixixi 

Sepertiga Malam

Sepertiga Malam

Sepertiga Malam

Mufahanim Ananda Putri


Di sepertiga malam yang gelap

Di kala semua umat – Mu terlelap

Ku merindukan bercerita kepada Tuhan Keluh kesah selama perjalanan kehidupan

Malam yang dingin menusuk kulitku

Rintik hujan membasahi bumi tempatku berpijak Sejenak.......

Anganku melayang jauh mengingat kala itu

Tuhan, aku ingin kuat...

Aku ingin bangkit

Dari keterpurukan dan rasa sakit Demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Karya : Mufahanim Ananda Putri


biodata penulis: 

mufahanim ananda putri, akrab dipanggil hanim dia adalah mahasiswa dari perguruan tinggi universitas veteran bangun nusantara sukoharjo, mengambil jurusan program studi pendidikan bahasa dan sastra indonesia, dan sekarang sudah semester 3. 

""Indonesia Berdiri Teguh""

""Indonesia Berdiri Teguh""

""Indonesia Berdiri Teguh""

Aria Dimas Mastur


Di KTT G20, negara-negara besar,

Indonesia berdiri teguh, tidak gentar.

Dengan kepemimpinan yang bijak,

Kita menyuarakan pendapat yang faktual.


Keragaman budaya kita,

Menjadi daya tarik tersendiri,

Menunjukkan betapa kaya dan beragam,

Tanah air kita yang indah ini.


Semangat merah putih,

Menyala di setiap sudut,

Menunjukkan komitmen kita,

Untuk menjaga martabat negara.


Indonesia, negara kepulauan,

Berdiri teguh di tengah dunia,

Menjadi panutan bagi negara lain,

Dan menjadikan kita bangga jadi warga negara ini.


Mari kita terus berjuang,

Menjaga martabat negara,

Dan menunjukkan kehebatan Indonesia,

Di setiap forum internasional.

NADIR MALAM INI

NADIR MALAM INI

NADIR MALAM INI

Nuriya Sinta Dewi 


NADIR MALAM INI


Malam ini

Nabastala sangat adiwana dengan adanya indurasmi yang menyinari bentala ini.

Gumintang-gumintang juga saat ini menghiasi nabastala dengan kelap kelip nya malam yang gulita.


Bentala sekarang sangat adiwana.

Ingin rasanya malam gulita ini ku abadikan selamanya.

Tapi, malam ini hanya bisa ku jadikan kenangan yang tak ter ulang kembali.


Malam ini, malam ku sendiri, dengan banyak nya dersik yang rasanya mendekap diri ku malam ini.

Layaknya bentala sekarang sangat -sangat Kanaya dengan adanya gumintang-gumintang-gumintang dan indurasmi yang ada di nabastala.


Meski ku hanya bisa memandang dan berkata sandyakala yang adiwana.


Nama : Nuriya Sinta Dewi

TTL: Lamongan,21 Januari 2008

Alamat: Tinaro Tikung Lamongan 

Wisata Masa Lalu

Wisata Masa Lalu

Wisata Masa Lalu

Levi saili salwa


WISATA MASA LALU


Aksa dalam nabastala

Terbentang indah lukisan semesta

Ditemani angan yang kian membeda

Menjadikan sang daksa gundah gulana


Taukah semesta?

Hati ini tengah dilanda nestapa

Lara telah menunggu ku disetiap detik nya

Tapi senja menemani melewati segalanya


Tenggelam bersama sang surya

Menikmati wisata masa lalu bersamanya

Meski dia tidak amerta

Namun dalam daksa masih tersimpan judul dirinya.


Nama: Levi saili salwa

TTL: Lamongan, 14 September 2008

Alamat: WARUK KARANGBINANGUN LAMONGAN