LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL @LOMBATERUPDATE X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 14 OKTOBER 2021

Sirnanya senja

 








Selamat datang di Lintang Indonesia. Di bawah ini adalah salah satu puisi dari peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Net 24 Jam. Puisi ini lolos seleksi pendaftaran dan dibukukan ke dalam buku yang berjudul,"Lembayung". Klik link di bawah ini untuk informasi lomba: 

https://www.lintang.or.id/2021/10/lomba-cipta-puisi-tingkat-nasional-net.html


Selamat Menikmati puisi di bawah ini:


 "Sirnanya senja

Karya:Mutiara khoirunnisa



Semburat jingga keemasan terpancar di batas cakrawala

Dialah senja……

langit sedang menunjukkan keelokannya pada semesta


Ternyata pesonamu begitu melekat

Membuat banyak orang terpikat

Walau hadirmu hanya sesaat


Disaat mentari jingga berganti warna

Berdebur jiwa diantar luka dan kecewa


Ku berharap senja mengerti perasaanku

Memberantas kenangan dengan cara menatap keindahanmu


Lalu mengapa tangismu masih menguasai hati?

Seperti ironi,kamu telah terjebak patah hati



GUBUKKU

KARYA:MUTIARA KHOIRUNNISA


Kau kecil dan kumuh

Tapi semangat mu tak pernah lusuh


Kayumu yang keropos terkikis masa

Atapmu yang bolong kesorot panasnya surya

Jalinan anyaman bambulah yang jadi dindingnya


Di gubuk ini kutemukan kegelisahan dan kecemasan 

Melihat keadaannya semakin memprihatinkan

Lelahnya menghadapi gempuran perubahan zaman

Walau harus tetap menghadapi sepait apapun kenyataan


Sudah dua bulan ini gubukku sepi

Tak ada diskusi

Secangkir kopi

Dan khayalan ilusi


Namun, dari gubuk ini

kutemukan sejuta cerita

Ribuan kosakata

Dan derita manusia yang terhimpun dari sebuah berita



CINTA KASIH IBU

KARYA:MUTIARA KHOIRUNNISA



 Bu…… 

Aku tahu


gigihnya perjuangan dan cinta kasih yang ibu berikan

Membuat aku selalu sadar akan masa depan

Segalanya engkau korbankan demi masa depanku yang mapan


Ibu tak pernah gundah dan resah

Untuk beranjak ke segala arah


Menasehatiku dengan segala caramu

Dengan ketulusan hati yang tak pernah jemu

Ibu selalu menebar senyum di kala itu


Buu

Bolehkah aku menangis

Kini hatiku sangat rindu dengan  pelukan kasih"


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.