LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL @LOMBATERUPDATE X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 14 OKTOBER 2021

Sebuah impian yang tercapai

 










Selamat datang di Lintang Indonesia. Di bawah ini adalah salah satu cerpen dari peserta Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional Net 24 Jam. Cerpen ini lolos seleksi pendaftaran dan dibukukan ke dalam buku yang berjudul,"Sebuah Cerita Tentang Kepergian". Klik link di bawah ini untuk informasi lomba: 

https://www.net24jam.com/2021/10/lomba-cipta-cerpen-tingkat-nasional-net.html


Selamat Menikmati Cerpen di bawah ini:


 "Sebuah impian yang tercapai


Di suatu desa hiduplah sebuah keluarga yang harmonis.Keluarga tersebut tergolong orang yang pekerja keras.Pa Salim dan Bu Inah itu mereka, pasangan yang sangat mengedepankan pendidikan bagi anak anaknya.Walaupun mereka hanya bekerja sebagai pedagang dan Pa Sulaiman berprofesi sebagai pegawai bangunan.Mereka dikarunian 3 orang anak,Dua perempuan dan Satu laki-laki.Anak pertama bernama Yanti,anak kedua bernama Dewi,dan anak ketiga bernama Feron.Dari dulu yang senang membaca,senang belajar sesuatu hal adalah Dewi.Dewi sadar akan pendidikan,Ia selalu mendapatkan juara kelas dari sampai SMP.Bahkan ia dijuluki oleh pamannya Si otak emas.Karena dia salah satu anak yang gemar dalam hal belajar,Pa sulaiman setiap hari hampir membawakan Dewi buku,sampai suatu hari pembagian rapot SD tiba.Ia tiba tiba dibelikan sebuah boneka oleh pa sulaiman dan gendongan untuk persemester karena telah menjadi juara kelas.Pa sulaiman sangat bangga pada putri keduanya,sampai ia mengatakan


“Nak,jadilah orang sukses.Agar bisa memberi sedekah pada orang lain”Ucap Pa sulaiman


“Bapak yakin kamu akan menjadi orang yang berguna di masa depan nanti”Ucap lagi Pa sulaiman


“Iya paa,Dewi akan bekerja keras untuk keluar dari desa ini dan memberikan motivasi bahwa anak desa seperti ku bisa bersekolah tinggi,aku janji akan rajin belajar.Cita cita ku ingin menaikkan derajat orang tua”Jawab Dewi


Pa Sulaiman tiba tiba meneteskan air mata mendegat ucapan anak kesayangannya tersebut.


Yanti anak pertama tidak begitu mementingkan pelajaran,ia memiliki sifat berbanding terbalik dengan Adiknya Dewi.Ia senang berpetualang,eksplor tempat tempat baru.Suatu hari yanti di nasehati oleh Pa Sulaiman bahwa ia harus menjadi contoh untuk adik adiknya karena ua anak perempuan pertama.


“Yanti,kamu dari saja?,apa kamu tidak belajar?”Tanya pa sulaiman


“Udah ko pa,tadi sekalian jalan jalan melihat kota bandung naik bus”Ucap Yanti


“Kamu itu berbeda sekali dengan adikmu yaa,kamu bisanya hanya jalan jalan,membeli baju”Ucap pa sulaiman sembari membandingkannya dengan sang adik


“Mungkin orang orang beranggapan bahwa aku kerjaannya hanya bermain,mungkin tidak ada yang percaya bahwa aku belajar”Jawab Yanti


“Pa,Yanti juga tahu waktu untuk berjalan jalan dan waktu untuk belajar.Jadi stop untuk membandingkan bandingkan Yanti dengan Dewi,semua orang punya hobi masing masing ko pa.Yanti melakukan ini untuk Dewi dan Feron juga pa,Supaya nanti Yanti bisa memberitahu jalan jalan mana saya jika ingin berpegian brsama mereka”Ucap Yanti meyakinkan Pa Sulaiman


Pa Sulaiman pun pergi dan mengabaikan percakapan Yanti,Tapi Yanti bersikap dingin dan berfikir tidak selayaknya dia marah karena itu adalah orang tuanya.


Membahas tentang anak ke tiga yaitu Feron,Ia seorang anak yang super pemalas,Ia selalu tidur ketika Bu Inah menyuruhnya Belajar


“Deee,belajar mau ulangan besok”ucap bu Inah


“Tapi bu ini kan belum waktunya belajar,ade kan sudah buat jadwal belajar,jadwal main,dan jadwal keluar rumah”Jawab Feron dengan sikap polosnya tersebut


“Belajar itu bisa kapan saja,jika kamu ingin mendapatkan nilai yang bagus maka sekarang kamu belajar”ucap bu inah


“Iya bu aku akan belajar tetapi di depan tv sambil tiduran ya”ucap feron


“Yasudah terserah kamu saja yang penting belajar”ucap bu inah


Belum sampai 10 menit Feron sudah tidur dengan buku menutupi wajahnya.Karena ia anak paling bontot,ia tidak kena marah,mungkin karena anak kesayangan.


Lama kelamaan mereka bertiga lanjut naik kelas.Yanti naik kelas 3 SMP,Dewi Naik kelas 2 SMP,dan Feron naik kelas 1 SMP.Mereka hanya beda 1 tahun saja.Yanti dan Dewi satu sekolah,sedangkan Feron berbeda.Ketiga anak tersebut bersaing untuk mendapatkan bonus uang jajan tambahan dari Pa Sulaiman.Akhirnya Dewi selalu lebih unggul dari kaka dan adik laki lakinya.


“Pa,Dewi ingin sekali mengikuti excahnge ke luar negri.Pasti disana Dewi mendapatkan pengalaman belajar.boleh ya pa,bu dewi ke luar negeri,kan dewi sudah menjadi siswa terbaik di sekolah”Ucap Dewi sembari meyakinkan orng tuanya


“Bapa tidak mengizinkan kami untuk ke luar negeri”ucap bapa


 


Harapan Dewi pun hilang seketika,Ia menjadi pribadi yang selelu melamun ke atas awas.Ternyata yang dipikirkannya adalah “kapan saya bisa ke luar negeri”


Dewi punya keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri,maka dari itu ia berusaha mempelajari bahasa asing terutama inggris.Selain berusaha mempelajari bahasa ia pun selalu rajin shalat Dhuha,shalat Tahajud.Agar mimpinya bisa tercapai.


“Ya allah aku ingin sekali melihat awan di luar negeri,apakah awannya sama dengan di desa kecilku ini?”Ucap Dewi saat berdoa


“Kapan pun,dimana pun semoga Allah mendengar doaku.Bahwa aku ingin pergi ke luar negeri”Ucap Dewi


Sesudah melakasanakan shalat tahajud dewi pun merasa bahwa ia harus belajar bahasa.Sampai Pagi ia masih lanjut belajar.


“Doaku hari ini semoga ada beasiswa untuk kesempatan belajar di rusia atau inggris”Ucapnya sebelum berangkat sekolah.


Ucapannya tersebut akhirnya dikabulkan,pada saat ia datang ke sekolah ia mendapatkan kesempatn untuk mengikuti exchange ke Australia.Tetapi ditolak bukan karena ia tidak mau tetapi persetujuan orang tua sangat penting,Pa Sulaiman dan Bu Inah tidak menyetujuinya


“Ibu sangat kecewa kamu mengundurkan diri untuk exchange ke australia.Harusnya kamu tahu bahwa hal ini akan berpengaruh kepad adik kelas mu.Kamu bayangkan jika adik kelasmu ada yang terpilih tetapi dulu kaka kelasnya menolak di pihak australia akan berfikir 2 kali.Ibu benar benar kecewe Dewi”Ucap Bu Lidya


“Bu bukannya saya tidak mau,tapi orang tua saya tidak mengizinkan dan khawatir jika anaknya pergi merantau ke negara orang”Jawab Dewi


Ibu Lidya sangat marah dan meninggalakan Dewi sendirian ditaman sekolah.Dewi berfikir positif dan optimis bahwa akan ada kesempatan untuk ia pergi ke luar negeri.Karena ia berfikir sesuatu yang di gapai akan membuahkan hasil yang baik.


Tidak lama kemudian Dewi memasuki jenjang Perkuliahan ia mengikuti tes SBMPTN di UNPAD dengan piliahn pertama Sastra Inggris dan pilihan kedua Sastra Rusia.Hasil pengumuman SBMPTN pun tiba,Ia sangat bersemangat pagi itu,Ia bergegas untuk membeli koran di Daerah padalarang karena takut kehabisan.Ngomong-ngomong orang zaman dulu melihat hasil pengumuman SBMPTN melalui koran.Dan ternyata Dewi terdafatar sebagai Mahasiswa UNPAD jurusan Sastr Rusia


“Pa,Bu Dewi keterima di UNPAD”Ucapnya setelah pulang dari membeli koran


“Alhamdulillah bapa dan ibu sangat bangga padamu”Kata Dewi


“Atas pencapaian ini bapa dan ibu akan menyelenggarakan shalawatan,pemberian terimakasih pada usahamu dan pada Allah”Ucap Ibu


“Makasih pa,bu.Dewi yakin jika suatu saat nanti aku akan mencapai lebih dari ini”Ucap Dewi


Sehari setelah pembagian hasil,orangtua Dewi pun menyelenggarakan shalawatan di rimah mereka.


“Pa,nanti Dewi coba ikut daftar beasiswa ya di kampus semoga saja bisa membantu meringankan beban bayar uang SPP,Tapi Dewi sepertinya ingin ngekos pa,soalnya jauh dari rumah”Ucap Dewi


“Yasudah jika ada rezeki bapa dan ibu akan usahakan keinginan mu untuk ngekos di daerah Buah Batu,kita besok cari kontrakan saja nak,alhamdulillah bapa mendapatkan pekerjaan lebih dari majikan”Ucap Pa sulaiman


“Alhamdulillah kalo begitu paa”Ucap dewi dengan raut wajah yang bahagia


Hari berikutnya Dewi benar benar disibukkan dengan jadwal perkuliahan.Ia tiba tiba mendapat info bahwa Ia salah stu siswa yang mendapatkan beasiswa full dari kampusnya.


“Pa dewi dapat beasiswa”ucap dewi


“Alhamdulillah,bapa sangat bangga padamu nak”ucap pa sulaiman


Setelah terdaftar menjadi mahasiswa di Unpad ia mendpat kesempatan lagi untuk pergi ke Rusia.Tetapi gagal lagi ia menolak untuk pergi ke Rusia gara gara tidak di beri izin.


“Pokonya aku males banget ngerjain skripsi,sidang pun akumalas”ucap Dewi karena ia patah semangat


Dewi benar benar pasrah karena impian dari kecilnya belum terwujud.Ia berfikir gagal lagi,gagal lagi.


Tetapi ada yang menguatkan yaitu sahabatnya yang bernama Faiz


“Udah lah wi,di depan sana pasti ada kesempatan untuk kamu pergi ke luar megeri mencapai impian mu,aku memberi saran untuk kamu menyelesaikan skripsi dan sidangmu.Nah setelah itu kamu mencari kesempatan setelah selesai kuliah”Ucap sang sahabat


“Kasian loh wi,orangtua mu sudah membiayai sekolah masa kamu akan menyia nyiakan hal ini?”ucap faiz sembari memberi semangat


“Makasih ya is kamu sudah menjadi sahabat terbaikku”ucap dewi


Setelah mengerjakan skripsi dan melakukan sidang dewi bergegas untuk mencari pekerjaan dan kesempatan sebanyak banyaknya di sebuah perusahaan besar


Ia menjadi tangan kanan bos perminyakan,alhasil ia bertemu dengan seorang lelaki tampan dan berpendidikan.Dan tidak lama kemudian ia berjodoh dengannya.Alhasil ia berhasil mencapai impiannya yaitu pergi keluar negeri melihat awan luar negeri.Dan ia percaya bahwa sebuah usaha akan di balas dengan yang hasil yang setimpal.


Jadi,walaupun banyak kegagalan kita harus tetap optimis mengapai impian"


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.