LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL @LOMBATERUPDATE X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 14 OKTOBER 2021

Kala itu

 








Selamat datang di Lintang Indonesia. Di bawah ini adalah salah satu puisi dari peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Net 24 Jam. Puisi ini lolos seleksi pendaftaran dan dibukukan ke dalam buku yang berjudul,"Lembayung". Klik link di bawah ini untuk informasi lomba: 

https://www.lintang.or.id/2021/10/lomba-cipta-puisi-tingkat-nasional-net.html


Selamat Menikmati puisi di bawah ini:


Kala itu


Bertemu denganmu di sebuah taman

Di tengah daun yang berserakan

Mendadak hati ini luluh saat pertemuan 

Selalu terbayang dalam pikiran...


Ingin kugenggam hatimu secara perlahan

Tapi ternyata takkan pernah tersampaikan 

Pupus dalam sebuah harapan

Hanya bisa berteman dengan seribu kenangan...


Setiap malam memikirkanmu 

Yang membuatku terasa terganggu 

Dalam hati yang kian menggebu 

Terasa pedih terkena sembilu...


Bagaimana cara melupakan dirimu...

Bagaimana aku tidak terpaku

Bila senyummu terus menghantuiku

Bukan maksud tidak mengaku

Biarkan rasa ini terkubur oleh waktu...


Kau hanya sebuah khayalan mimpi 

Yang takkan pernah kumiliki 

Ku coba untuk mengerti 

Ku coba untuk memahami 

Ku pasrahkan semua pada illahi...




Saat Perpisahan Tiba


Akankah semuanya jadi terkenang 

Atau hanyut terbawa gelombang 

Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan 

Semua bukanlah sekedar renungan... 


Tersimpan cakap dalam kenangan

Tak akan ada kehilangan 

Kita mungkin berbeda jalan

Pasti ada banyak rintangan

Tuk wujudkan segala impian...


Perpisahan bukan akhir pertemuan 

Bukan berarti suatu kerelaan 

Kebersamaan akan terus terajut dalam naungan persaudaraan 

Tak akan terlepas kelak meraih kesuksesan...




Bungkam Dalam Diam


Lengkaplah sudah sepi ini

Yang sudah merasuk dalam hati 

Setiap malam selalu meratapi 

Begitu tersiksa menunggu yang dinanti

Tentang perasaan yang tak dapat dimengerti...


Kau adalah harapan 

Kau adalah impian 

Yang tak sanggup kukatakan 

Dalam sebuah perasaan 

Disetiap renungan...


Seandainya kau tahu

Apa yang kurasakan setiap malamku

Seandainya kau tahu 

Bagaimana perasaanku

Saat kau lewat dihadapanku...


Akankah penantianku berujung bahagia

Ataukah hanya asa semata

Hanya waktu yang bisa menjawab itu semua

Tapi hati selalu tegar menghadapinya

Walau akhirnya hanya membuat luka..."


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.