LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL @LOMBATERUPDATE X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 14 OKTOBER 2021

AL-QUR’AN PENAWAR HATI

 








Selamat datang di Lintang Indonesia. Di bawah ini adalah salah satu puisi dari peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Net 24 Jam. Puisi ini lolos seleksi pendaftaran dan dibukukan ke dalam buku yang berjudul,"Lembayung". Klik link di bawah ini untuk informasi lomba: 

https://www.lintang.or.id/2021/10/lomba-cipta-puisi-tingkat-nasional-net.html


Selamat Menikmati puisi di bawah ini:


 "AL-QUR’AN PENAWAR HATI

Hari demi hari kehidupan kujalani

Tanpa arah tujuan yang pasti

Namun tetapku nikmati hidup ini

Dengan sepenuh hati


Resah gelisah

Yang selalu menghantui pikiran dan jiwa ini

Kedatangannya tak pernah ku harapkan

Ingin rasanya ku hilangkan

Ingin rasanya ku lupakan

Semua kejadian yang membuatku merasakan

Kebencian dan penyesalan

Namun tetap sulit untukku lakukan


Dan pada akhirnya..

Telah kutemukan sebuah jawaban

Dari permasalahan 

Yang selama ini ku resahkan


Kitab suci, kitab Al-Qur’an..

Dimana ayat-ayat yang diturunkan

Oleh tuhan semesta alam

Ayat-ayat yang begitu mulia 

Yang menjadi pedoman dan panutan

Seluruh umat islam didunia

Ayat-ayat yang mampu membuat pikiran

Dan hati menjadi tenang dan tentram

Saat ayat suci Al-Qur’an itu dilantunkan


Al-Qur’an..

Obat dari segala obat 

Yang begitu mustajab

Sebagai penawar hati dalam kegelapan

Sebagai penolong dalam kehidupan


Karya: Rosia Derani



Ibu Kartini..

Sosok pejuang pahlawan kami

Wanita  yang begitu rendah hati

Walaupun dia putri dari keluarga yang berada

Tetapi  dia sosok yang apa adanya


Sosok yang tangguh dan semangatnya

 yang kian membara

Hingga membangkitkan jiwa raga

Tanpanya kami kaum wanita 

Bukanlah apa-apa dimata kaum pria


 Kemandirian dan keberaniannya

Membuat kami terkesan 

Atas perilaku yang dilakukan

Kami  bangga atas segala perjuangannya


Namun terkadang hati ini merasa sedih

Karena kehadiranmu yang tak akan pernah kembali lagi

Walau kau telah tiada tetapi lontaran doa

Akan selalu terpanjatkan kepadamu 

Wahai pahlawanku, tauladanku

 

Karya : Rosia Derani



   CINTA TAK BISA DIPAKSA

Aku tidak pernah menyesal

 pernah mencintai seseorang

aku sangat merindukannya

walau mungkin cinta itu hanya biasa baginya

tetapi bagiku itu hal yang istimewa


Terkadang ku berpikir

mengapa harus ada cinta

jika setiap cinta tidak semua dapat diwujudkan

lalu apa arti dari sebuah perasaan yang dirasakan

jika  semua akan berakhir dengan perpisahan


Kesalahan terbesar yang pernah dilakukan

aku terlalu dalam pernah mencintai seseorang

sampai aku lupa bagaimana cara 

mencintai dan menghargai diri sendiri

aku melupakan jati diri


Bahkan aku rela menyakiti diri sendiri

hingga anggota badanku begitu lemas

karena  hati tak kuasa menahan

kepedihan cinta


BODOH..


Aku sangat bodoh pada hakikatnya manusia

diciptakan tidak ada yang sempurna 

lalu mengapa aku pernah melakukan hal seperti itu

mencintai tanpa batas kendali

mencintai lebih dalam terhadap penciptaku sendiri

bodoh.. ini sangat bodoh

aku merasa diriku  manusia paling bodoh


Tapi akupun tidak tahu apakah suatu saat nanti

aku bisa merasakan kembali

indahnya itu jatuh cinta?

bahkan sampai sekarang 

aku masih menyimpan rasa untuknya


Seolah hati tetap ingin menunggu dirinya 

akan tetap kembali kepadaku

walau aku tidak tahu dia jodohku 

atau jodoh orang lain


menyakitkan amat menyakitkan

tetapi semua itu dan selama itu sudahku lewati

walau hatiku hampir mati terbunuh oleh defresi

 namun hati tetap tidak bisa dibohongi 

Aku tetap mencintai


Ketika aku tersadar disetiap rasa sakit

seberapapun lamanya 

kepedihan dan penderitaan yang dirasakan

semua permasalahan memiliki batasan

hingga hati sendiripun menuju proses pemulihan

dan sudah pasrah akan ketentuan

yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan sang pencipencipta alam


Karya :  Rosia Derani

"


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.