Setiap kita punya cerita


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 "Setiap kita punya cerita


Cerita duka dan kecewa,

Ada kalanya kita jatuh dan terluka,

Bersandar di bahu jalan merintih hiba.


Setiap cerita memiliki kesedihan,

Duka yang membuat kita lemah dan sakit,

Tapi terlepas dari rasa sakit yang diciptakan,

Tersembunyi semangat juang yang menunggu waktu ingin bangkit kembali.


Saat kaki melangkah mundur,

Menyingkirkan luka yang parah,

Masing-masing diambil meskipun ada usaha,

Di situlah Anda melihat kesuksesan yang menanti; Cantik.


Ketika Anda jatuh terluka,

Anda akan menyadari siapa teman terbaik yang bersama,

Dalam menjangkau untuk membantu Anda bangkit kembali,

Dalam meminjamkan bahu bagi Anda untuk melepaskan kesedihan.


Jatuh tidak sia-sia,

Dari situ kamu tahu arti sukses,

Artinya sulit mengejar cita-cita,

Arti jiwa ketika merdeka.


Saat kau mampu terbang tinggi,

Jangan kau lupa bagaimana rasanya saat kakimu menyentuh tanah,

Ingat tidak peduli seberapa tinggi langit yang Anda tuju,

Anda masih memulai dengan satu langkah,

Bahwa Anda mengatur dari setiap dek duri yang sakit,

Yang tak henti-hentinya menyakiti,

Hanya ingin melihatmu jatuh lagi.


Terbang tinggi,

Pergi Anda menyentuh pelangi,

Tapi jangan kamu lupa di bumi,

Yang setia menunggu,

Bagi Anda untuk kembali.


Terbang tinggi,

Melalui pegunungan yang berdiri kokoh,

Lihatlah matahari yang setia bersinar,

Meskipun tirai malam menutup hari.


Terbang tinggi,

Tapi tinggalkan hatimu di bumi,

Agar dia mengenal dirinya sendiri,

Semoga kita tidak melupakan Yang Ilahi,

Karena tidak peduli seberapa tinggi tubuhmu,

Tanpa Yang Ilahi-- Anda hanya manusia,

Waktunya akan datang nanti,

Harus pergi, tepati janjiku.


Abdya, 31 Agustus 2021



"


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.