LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL @LOMBATERUPDATE X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 14 OKTOBER 2021

LOMBA MENULIS PUISI NASIONAL @LOMBAPUISI X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 30 SEPTEMBER 2021

LOMBA MENULIS PUISI NASIONAL @LOMBATERBARU X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 01 OKTOBER 2021

PINTAKU PADA TUHAN

 





Cover buku


Selamat datang di Lintang Indonesia. Di bawah ini adalah salah satu puisi dari peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterupdate x Infolombapuisi Deadline 14 Oktober. Puisi ini lolos seleksi pendaftaran dan dibukukan ke dalam buku yang berjudul,"Selembut Salju"


Selamat Menikmati puisi di bawah ini:


PINTAKU PADA TUHAN


Tuhan...

Begitu banyak insan yang kau ciptakan dengan sempurna

Begitu banyak hati yang kau beri rasa cinta sebagai anugrah

Namun, tak dapat menggapai cintaku selain raja yang ku puja

Seumpama singgasana, hatiku hanya untuk

raja sang penguasa


Katanya...

Takdir dapat di rubah dengan doa 

Tetapi aku belum mendapatkan kenyataannya

Hati bersua rindu berontak ingin berjumpa

Namun keadaan rumit dan tak ada celah


Bahagia, dimana letaknya?

Kucari dan kucari tak kunjung ku jumpa

Harapan takdir akan segera berjumpa

Tapi Tuhan masih cemburu atas rasaku padanya 

Menciptakan rasa sakit yang menggoreskan luka


Di dalam doa, tak ada pinta selain rajaku

Bahu bergetar karena menangis tersedu-sedu

Menengadahkan tangan dengan penuh asa

Walau tak dapat jumpa, setidaknya ia bahagia


Tuhan...

Tuliskan takdirku untuk bahagia bersamanya

Takdirkan aku menggapai cinta dengannya

Dalam satu ikatan sakral di depan saksi

Dalam satu atap bersama meraih kasih


Aku ragu akan doa yang berasal dari lidahku

Namun, dalam satu harapan terbesar pada-Mu

Jangan patahkan lagi rasa yang ada di hatiku

Karena, satu nama yang selalu kulangitkan pada-Mu adalah pinta terbesarku


Maaf karena telah membuat-Mu memiliki rasa cemburu

Aku juga mengutuk rasa yang hadir sebagai benalu

Sebab aku berkhianat telah memiliki rasa besar yang membuatku jauh dari-Mu

Kini aku menengadah kembali pada-Mu, mengharapkan takdir terbaik menurut-Mu


Tuhan., Maafkan aku!




"


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.