LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL @LOMBATERUPDATE X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 14 OKTOBER 2021

LOMBA MENULIS PUISI NASIONAL @LOMBAPUISI X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 30 SEPTEMBER 2021

LOMBA MENULIS PUISI NASIONAL @LOMBATERBARU X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 01 OKTOBER 2021

INDONESIA YANG KE-76


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 "INDONESIA YANG KE-76


Hari ini adalah kemerdekaanmu wahai negeriku

Namun ibu Pertiwi dirundung duka

Indonesiaku terlahir dari tumpahan darahmu


Tapi kini...

Setetes darahmu pun

Tak lagi dihargai oleh penerusmu

Rakyatmu kini hidup pada masamu 


Tetapi sang penakluk 

Memperlakukan kami 

Secara kasat mata

Tanpa belas kasih


Wahai Bung Karno...

Kesejahteraan rakyat yang engkau

Perjuangkan kini tak ada lagi

Lantas siapa lagi yang akan membangun negeri ini?


Maka bangkitlah wahai para pahlawan

Dalam raga pemuda pemudi Indonesia

Rampas kembali hak kita

Bangkitkan kembali negeri ini


Teriakkan kata merdeka!!!

MERDEKA....

MERDEKA.....

MERDEKA....


Indonesia...

Negeri tercinta yang pernah berjuang 

Memperjuangkan kemerdekaan

Kini, telah genap 76 usiamu


Indonesia sudah merdeka

Perjuangan para pahlawan bangsa

Merelakan hidup dan mati

Semata-mata untukmu Indonesiaku


Indonesia ku?

Dimana jati dirimu yang sesungguhnya

Masih kau anggapkah semboyan kita?

Sudah lenyap kah?


Lihatlah, Indonesiaku telah lemah

Direnggut oleh ketidakadilan

Yang seolah-olah

Berada pada titik baik-baik saja


Indonesiaku penuh sandiwara

Pemimpin mengatakan

Negeri ini baik-baik saja

Nyatanya sedang tidak baik-baik saja


Indonesia? 

Masihkah engkau tanah airku?

Indonesia? 

Masihkah engkau tanah tumpah darahku?

Mengapa seakan kami di jajah oleh penguasa sendiri


Tertidurlah Negeriku

Dari luka patah

Kau kini Merdeka

Dari kekejaman fana


Jangan meratapi nasib

Demikian marantai

Orang dalamnya pasit

Bersikukuh Manis


Pendahulu terlalu takut

Sesampai ia bercucuran darah

Demi mengusir penjajah

Akhirnya mengaku merdeka 


Jayalah indonesia

Kibarkan Merah Putih

Sebagai bukti merdeka

Darah dan suci 


Merdeka, Merdeka

Sahut Merdeka

Dalam satu bangsa 

Didalami komunis

terselit, mengabadi"


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.