LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL @LOMBATERUPDATE X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 14 OKTOBER 2021

Pesan (Kepada) Penari

 








Selamat datang di Lintang Indonesia. Di bawah ini adalah salah satu puisi dari peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Net 24 Jam. Puisi ini lolos seleksi pendaftaran dan dibukukan ke dalam buku yang berjudul,"Lembayung". Klik link di bawah ini untuk informasi lomba: 

https://www.lintang.or.id/2021/10/lomba-cipta-puisi-tingkat-nasional-net.html


Selamat Menikmati puisi di bawah ini:


 "*Pesan (Kepada) Penari*

: Ilvid Diana


Songkok ku,

Terletak miring

Sarung ku,

Seperti labirin

Mata ku,

Bak putaran dadu


Pintu terketuk

Aku bertanya-tanya,


""Siapakah gerangan ?""


Ternyata, merpati

Dia berbasa-basi,

Meneliti identitas diri ku

Lalu,

Meminta suguhan kopi

Dengan gula, yang pahit rasa

Dengan menunggu,

Ia haturkan sesuatu,

Berbungkus


Tak terduga,

Itu surat nafas mu

Dengan rakus,

Aku kupas

Meminangnya,

Meluruhkan berat senyum ku

Yang termuseumkan,

Se abad lalu


Tak dapat,

Aku pos kan salam

Kopi suguhan pun,

Aku tumpahkan

Hingga,

Merpati menutup ucap 

Aku meluap,

Terdekap malam


Esoknya,

Aku titipkan nafas

Di cakrawala sajadah mu

Berlapis tasbih, aamiin ku



Banyuwangi, 08 Oktober 2021



*Surat Duka*

: Gunawan Maryanto


Kata,

Canda,

Dan keringat

Telah menurunkan Titi mangsa

Di haribaan bulan


""Pak, diksiku terpenjara.""


Ukiran tubuh,

Siluet pena,

Jejak mata,

Kini,

Menyisakan karangan bunga,

Doa,

Hingga airmata


Semua bertanya - tanya,


""Apakah ini mimpi ? Atau hanya sandiwara sutradara ?""


Semesta merunduk,

Meneteskan kenestapaan

Ilalang bungkam

Tubuh pun keluh

Kala suara nafasmu,

Melempar sauh, pada sang maha satu


Semoga Dia, mendekapmu dengan puisi

Dan surga, adalah tempatmu kembali


""Izin ku, mencumbu warisan mu. Untuk menina bobokan, dikau di jantungku.""


Banyuwangi, 07 Oktober 2021




*Pesona Padi*


Wahai, kau

Senja telah wafat

Mengapa, kau ukir Mega merah

Di sudut cakrawala ???

Bukankah, langit sudah tak berwarna ???


Kau,

Runduk padi tua

Yang senantiasa tegak

 Atas orang-orangan sawah


Entah,

Kau mati namun hidup

Memporak porandakan belenggu Malaikat

Yang membludak kan gairah suka

Ingat !!!

Rengkuh lah orang yang berharta

Bukan penggadai rasa


Ya sudah, mungkin

Hanya itu pesan ku

Selanjutnya, merunduk lah

Hingga,

Tanah tak dapat merundukkanmu


Banyuwangi, 26 September 2021"


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.