LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL @LOMBATERUPDATE X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 14 OKTOBER 2021

KEPERGIAN SI PEMBAWA DUKA

 










Selamat datang di Lintang Indonesia. Di bawah ini adalah salah satu cerpen dari peserta Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional Net 24 Jam. Cerpen ini lolos seleksi pendaftaran dan dibukukan ke dalam buku yang berjudul,"Sebuah Cerita Tentang Kepergian". Klik link di bawah ini untuk informasi lomba: 

https://www.net24jam.com/2021/10/lomba-cipta-cerpen-tingkat-nasional-net.html


Selamat Menikmati Cerpen di bawah ini:


 KEPERGIAN SI PEMBAWA DUKA


Penyeselan itu selalu datang di akhir bukan di awal, seperti halnya kata pepatah, janganlah kau berjalan didepan jika sedang menuntun se ekor domba, jika pada akhirnya kau menyesalinya setelah dombamu menyerundukmu dari belakang dan penyesalan itulah yang kini dia rasakan, setelah kepergian seseorang dari hidupnya, bahkan orang itu pergi untuk selama-lamanya dan menyisakan rasa sesak didada dan rasa sesal yang mendalam dalam diri.


Beberapa hari sebelum kepergiannya


Bruugh 

Lagi suara itu terdengar dan tidak membuat semua orang merasa iba walaupun ada, tidak ada yang berani untuk menolongnya, bahkan mereka tampak tidak peduli sama sekali dan enggan untuk menolongnya, ya karena mereka tidak ingin berurusan dengan anak konglomerat sekaligus merupakan seorang pangeran sekolah yang selalu dipuja-puja oleh para gadis disekolah itu, bahkan sosoknya sangat ditakuti tampa terkecuali termasuk seorang gadis yang sekarang sedang meringis sakit, karena lututnya membentur lantai saat dia jatuh dengan dijengkal oleh kaki seseorang.

‘’ Ututu kasian banget ya, makannya kalau jalan tuh pakai mata dong ‘’ ujar seorang gadis yang berada disamping si pangeran sekolah yang bernama Dendi.

“ Itu akibatnya kalau kamu tidak mau menuruti perintahku, dasar gadis culun” ujar Dendi sarkatis, sedangkan sang gadis hanya menunduk takut dan menahan tangis, karena bagaimanapun juga terjatuh itu menyakitkan dan sangatlah tidak enak, apalagi dilihat oleh banyaknya orang yang membuatnya menjadi malu.

Gadis itu berusaha untuk bangun kembali dan tidak memperdulikan cemoohan laki-laki itu alias Dendi, tapi baru juga dia berdiri, dia kembali terjatuh karena Dendi mendorongnya dan menyebabkan gadis itu kembali meringis sakit.

“ Sial sakit sekali “ rutuknya dalam hati, lagipula mana mungkin dia berani merutuk dengan lantang dihadapan Dendi dan yang lainnya, karena dia pasti akan dibuly habis-habisan.

“ Kau mau kemanan haah… urusan kita belum selesai “ ujar Dendi dingin dan menatapnya tajam.

“ Apa mau mu” Tanya gadis itu berani, bahkan dia menatap Dendi dengan tajam yang membuat semua orang menahan nafas.

“ Gila berani juga dia berbalik menatap Dendi dengan tajam pula” bisik seorang siswi yang bernama Aili.

“ Aku khawatir dia akan mendapatkan masalah yang lebih besar dari ini “ balas teman Aili, namanya Bubu dengan berbisik juga.

“ Tapi sayang kita tidak bisa membantunya, apalagi disana ada Jeni pacarnya Dendi dan aku tidak suka berurusan dengannya dan aku yakin seratus persen gadis itu akan lebih menyebalkan lagi dari biasanya “ balas Aili yang dibalas anggukan oleh Bubu menyetujui perkataannya.

Dendi bukannya tidak mendengar apa yang keduanya bisikkan, tapi dia pura-pura tidak mendengar, karena Aili dan Bubu bukanlah gadis sembarangan samahalnya dengan Jeni kekasihnya.

“ Aku ingin kamu menggosok sepatuku dengan menggunakan baju lusuhmu itu “ jawab Dendi tanpa dosa.

“ Haah...” Raini nama gadis itu yang dikatain culun menghela nafasnya kasar, serendah itukah dirinya dihadapan Dendi, bahkan Raini tidak tahu sejak kapan semua penderitaannya dimulai dan dia tidak akan pernah mau untuk mengetahuinya.

“ Baiklah “ balas Raini pasrah, lebih baik dia mengikuti semua keinginan Dendi, agar semua ini segera berakhir dan dia bisa segera pulang, karena dia harus mengerjakan sesuatu dirumahnya.

Raini mulai memegang ujung serang sekolahnya dan mulai mencondongkan tubuhnya kedepan untuk mendekati sepatu Dendi, tapi baru saja ujung baju seragamnya itu akan menyentuh sepatu Dendi, tiba-tiba saja seseorang menariknya dengan kasar dan membuatnya berdiri dengan terpaksa, bahkan dia sangat terkejut bukan main.

“ Kau sudah gila ya” bentaknya membuat semua orang bertanya-tanya siapakah laki-laki yang berani menolong Raini dan itu menurut pemikiran mereka.

Raini semakin terkejut setelah mendengar suara itu, suara yang sangat familiar ditelingannya, bahkan dia mulai bergetar ketakutan dan semua itu tidak lepas dari pandangan semua orang termasuk Dendi, Ailin, Bubu dan juga Jeni yang tampak syok melihat keberadaan laki-laki itu. Entah kenapa Dendi merasa iba melihat Raini yang ketakutan seperti itu, tapi dengan cepat dia menghilangkan pemikiran itu.

“ A… aku ‘ Raini tergagap untuk membalas perkataan laki-laki itu, dia benar-benar ketakutan saat ini.

“ Ciih.. ayo pulang dan aku akan memberimu hukuman, karena kau sudah berani telat pulang kerumah “  ajak laki-laki itu.

“ Kak Farhan, aku mohon jangan “ mohon Raini kepada Farhan yang ternyata merupakan kakak kandungnya Raini, tapi entah apa yang terjadi dengan Farhan yang dulunya sangat menyayangi Raini, tapi sekarang malah membenci Raini dan yang Raini tahu kakaknya berubah sejak kematian ayah mereka karena sebuah kecelakaan.

Farhan tidak memperdulikan Raini yang sedang memohon kepadanya, bahkan dia dengan kasarnya menyeret Raini dan memaksanya masuk kesebuah mobil mewah yang terparkir tidak jauh dari tempat Raini tadi. Semua orang yang ada disana dan melihat kejadian itu terkejut, bahkan mereka semakin terkejut lagi melihat Raini memasuki sebuah mobil mewah itu termasuk Dendi yang sama-sama merasakan terkejut, tapi mereka tidak menyadari raut wajah Jeni yang berubah pias, sepertinya gadis sombong itu mengetahui sesuatu.

‘’ Apa yang sebenarnya terjadi “ monolog Dendi kebingungan.


Beberapa hari berlalu setelah kejadian hari itu, semua orang yang selalu membulynya kini tidak membuly Raini lagi termasuk Dendi dan juga Jeni kekasihnya, entah apa yang terjadi dan Raini hanya bisa mensyukurinya.

“Raini apa kau baik-baik saja “ Tanya Bubu khawatir setelah melihat wajah Raini yang pucat.

“ Aku baik-baik saja” balasnya dengan di iringi senyuman lemahnya.

“Apa kau yakin” Tanya Aili yang berada dibangku belakang.

“ Aku yakin” balas Raini meyakinkan bahkan dia juga menunjukan senyuman tulusnya walaupun terlihat lemah.

“ Raini bolehkan aku bertanya padamu” Tanya Jeni tiba-tiba mengangetkan semua orang yang ada dikelas termasuk Dendi dan Raini tentunya.

“ Boleh ‘’ balas Raini singkat.

“Laki-laki yang datang kesekolah tempo hari, siapanya kamu “tanyanya lirih yang membuat Dendi, Bubu, Ailin dan yang lainnya terheran dan merasa aneh dengan situasi saat ini.

“ Kak Farhan, dia kakak ku kenapa” balas Raini dan mempertanyakan apa tujuan Jeni menanyakan kakaknya.

“ Sudah kuduga, ternyata gadis itu kamu “ ujar Jeni bahkan mata gadis itu mulai berkaca-kaca sekarang dan lagi-lagi tindakkannya membuat semua orang penasaran.

“ ma….maksud kamu “ Tanya Raini gagap, dia terlalu takut rahasianya terbongkar padahal selama ini dia menyembunyikannya dengan begitu apik.

“ Hiks… maafkan aku Raini … hiks… hiks… kalau saja aku tahu itu kau… hiks…hiks… mungkin aku …hiks … tidak akan.. hiks… memperlakukanmu dengan buruk…hiks….hiks “  balas Jeni dengan di iringi tangisannya yang membuat semua orang merasakan sakit hati bila mendengarnya.

“ Aku…. Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan “ Tanya Raini berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri yang mulai merasa gelisah dengan perkataannya Jeni.

“ Aku tahu semuanya Raini, aku tahu. Saat itu aku tidak sengaja melihatmu sedang dipukuli oleh teman-teman kakakmu, aku bahkan tidak tau kenapa aku tidak mengenali wajahmu karena kau tampak berbeda dengan saat hari itu, maafkan aku Raini, karena aku tidak mengenalimu bahkan aku menambahkan luka padamu, aku berjanji Raini kalau aku akan menjadi teman yang baik untukmu dan akan melindungimu dari pukulan kakakmu “ Raini membulatkan matanya terkejut begitu juga dengan yang lainnya, bahkan mereka tidak pernah menyangka bahwa kehidupan seorang Raini begitu menyakitkan, apalagi dipukuli oleh kakaknya sendiri dan mereka yakin Raini pasti memiliki trauma kepada kakaknya, setelah mereka melihatnya sendiri bagaiman takutnya Raini terhadap kakaknya tempo hari.

Sejak saat itu dimana semua rahasia yang Raini sembunyikan terbongkar mereka semua menjadi teman yang baik untuk  Raini, terutama Jeni, Bubu, Aili dan juga Dendi yang membuat seluruh sekolah bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka bertiga dan teman sekelas Raini sehingga mereka berperilka baik terhadapnya. Tapi hal buruk terjadi terhadap Raini yang membuat semua orang terpukul dan sedih.

Raini yang mereka sayangi mengalami sebuah kecelakaan karena berusaha menolong kakaknya, yang pada saat itu kakaknya ingin menyebrangi jalan setelah dirinya puas memukul Raini, tapi dia tidak tahu ada sebuah mobil truk yang melaju cepat kearahnya dan kejadian itu terjadi begitu saja dimana seorang Raini mendorong Farhan dan menjadikan dirinya sendiri tertabrak oleh truk itu hingga terpental jauh dengan darah yang berlumuran disekujur tubuhnya.

Farhan sendiri masih syok dengan kejadian hari itu dan setelah dirinya sadar semuanya sudah terlambat, karena Raini adik yang selalu dia pukuli sebagai pelampiasannya disaat dirinya marah, karena stress memikirkan banyak hal menghembuskan nafas terkahirnya dan meninggal dunia yang fana untuk selama-lamanya. Kembali disaat ini, Farhan kini sedang termenung didekat batunisan Raini sang adik.

“ Dek maafkan semua kesalahan kakak ya, karena sudah membuat kamu trauma dengan apa yang kakak perbuat, bahkan kakak dengan teganya membiarkan kamu dipukuli begitu saja oleh teman-teman kakak’’ monolognya.

“ Kakak berharap kamu bahagia disana, apalagi disana ada ibu dan ayah yang bisa menemanimu, kakak pamit ya, tenang tahun depan kakak akan kembali lagi menemuimu dan juga menemui ayah dan ibu kita “ setelah mengatakan hal itu Farhan pergi meninggalkan pemakaman, tanpa dia tahu ada sesosok perempuan yang memandanginya dengan teduh di iringi senyuman tulusnya.

“ Aku sayang kakak, jaga diri baik-baik ya, jangan menyalahkan diri sendiri terus, aku tidak suka “ ujar sosok itu dan menghilang bersamaan dengan hembusan angina yang datang menerpanya.



SELESAI



"


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.