LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL @LOMBATERUPDATE X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 14 OKTOBER 2021

LOMBA MENULIS PUISI NASIONAL @LOMBAPUISI X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 30 SEPTEMBER 2021

LOMBA MENULIS PUISI NASIONAL @LOMBATERBARU X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 01 OKTOBER 2021

Selaksak Asa di Akhir senja

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



Selaksak Asa di Akhir senja

Karya : Siti Saniah Fitriani


Aku disini bergeming tanpa sepatah kata

Merasakan semilir angin yang malu menerpa

Kemudian terpukau menyaksikan sang mega

Yang kian membius pandangan mata


Aku termangu disudut kota yang ambigu

Mengais durjana dipangkuan sembilu

Mengenang jasa pejuang dahulu

Yang kerap meluluhkan kalbu


Rela tergugur demi sepenggal kemenangan

Sebab tak sudi terinjak bangsa penjajahan

Meski terpongah-pongah muntah darah

Itulah yang tak lekang dari jejak sejarah


Bulatkan tekad yang melumat tanpa regang

Singkirkan debu yang melekakan gemilang

Tak peduli akan tamparan yang mengekang

Yang terpenting,diri tak henti berjuang


Sungguh iba, mengenang kisah sosok terhebat

Yang membekaskan sebongkah daulat

Kini sosok itu abadi dalam kenangan

Tentang hidupnya yang berakhir pada perlawanan


Wahai bangsa pertiwi !

Tak pilukah kau mendengar kisah ini?

Kisah yang perlahan menusuk sabana hati

Bak tersayat sebuah belati


Wahai pemuda negeri ini !

Masihkan ego melucuti diri ?

Masihkah akan berpura-pura tuli ?

Setelah di cambuk berungkali oleh involusi


Wahai bangsa Indonesia !

Mari kita buncah negara

Dengan segenap Mahakarya

Yang kan membangun bhinneka tunggal Ika dengan sempurna


Merajut ambisi yang terpendam pada sunyi

Hingga bangsa menemukan titik jati diri

Dan menjadi pemegang panji

Tanpa meronta-ronta puji manusiawi


Mari kita membangun bumi Pertiwi 

Dengan sejuta ulasan cinta yang hakiki

Mari memangku persatuan dengan sebuih perbedaan

Yang kan pasti tertegun di negeri kejayaan

"


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.