LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL @LOMBATERUPDATE X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 14 OKTOBER 2021

Rasaku Dan Harapku

 





Cover buku


Selamat datang di Lintang Indonesia. Di bawah ini adalah salah satu puisi dari peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterupdate x Infolombapuisi Deadline 14 Oktober. Puisi ini lolos seleksi pendaftaran dan dibukukan ke dalam buku yang berjudul,"Selembut Salju"


Selamat Menikmati puisi di bawah ini:


 "Rasaku Dan Harapku


perihal Hati,

Aku bukanlah orang yang mudah jatuh cinta

Bukan pula orang yang mudah mengubah rasa

Jika suatu nama sudah tertulis di dada

Sulit sekali untuk menghapusnya

Dan perihal Rasa, Aku tak bisa mengingkari

Segenap cintaku, kamulah pemiliknya

Saat ini kamu adalah segala emosiku

Sedih, tawa, cemburu dan bahagiaku adalah kamu

Dan sepertinya kamu juga memiliki perasaan yang sama

Sebab, kita sama-sama nyaman

Sama-sama tak ingin meninggalkan

Sama-sama ingin dekat

Sama-sama tak mau menjauhkan

Ibarat kata, kita saling menyeimbangkan

Namun diantara kita tidak ada tumpuan

Kita saling sayang, namun diantara kita

Tidak ada ikatan

Memang sulit bagimu untuk memutuskan

Mengecewakan dia atau terus terusan membuatku tersiksa

Aku tau ada hati yang kamu jaga

Tak menginginkan dia terluka

Sebab dia cukup membuatmu bahagia

Namun apa salahnya jika kamu jujur saja

Jikalau tidak cinta,  untuk apa terus menetap dengannya

Dan kamu juga tau

Aku disini selalu menunggu jawaban pasti dari hatimu

Bukankah kamu percaya perasaanku benar adanya

Bahwasanya aku benar-benar cinta

Lantas mengapa diabaikan saja?

Memang cinta tidak harus memiliki

Sedangkan aku, ingin kamu selalu menemani

Mengikrarkan janji tidak saling menyakiti

Sayang sungguh sayang, sampai saat ini

Darimu belum kutemukan jawaban yang pasti

Semisal nanti sikapku berbeda

Jangan pernah mengira kalau aku tak lagi cinta

Jangan pula menyimpulkan ada orang yang membuatku lupa

Ya, mungkin karena kesabaran ku melampaui batas

Hingga lelah memaksaku untuk menyerah

Hingga lelah memaksa

Ada saatnya berhenti berharap

Tak lagi meninggikan kemungkinan

Tak mau lagi berandai-andai lelah dengan keadaan

Aku selalu menanti semua itu

Kepada Tuhan, aku selalu meminta

Jika bukan kamu yang digariskan, untuk segera disadarkan

Ada saatnya semua jadi kenyataan

Segala keraguan pun terjawab kepastian

Kesedihan berubah kebahagiaan

Penantian berujung kebersamaan

Semoga demikian

Dan kepada Tuhan, aku selalu berdoa

Jika kamu adalah jodoh yang diberikan untuk segera disatukan."


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.