LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL @LOMBATERUPDATE X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 14 OKTOBER 2021

PERMATA BERKERUT



Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy



Selamat menikmati puisi di bawah ini:


 "PERMATA BERKERUT


tiada arti indah tanpanya

Mengingat masalalu denganya

Haru ku pecah entah mengapa

Dirimu sungguh berharga

Di karenanya diriku ada


Malam legam dan di tangan orang kejam

Permataku berjuang menerjang malam

Kakimu yang berlari mencari bantuan,mereka hanya terdiam...

Kejam, sungguh kejam mengapa mereka hanya diam...

Ingin sekali aku berteriak

Bantu ibuku...Aku memohon itu!


Ayah, aku tahu jika kau tak peduli kan padaku?

Pada ibuku?

Aku mohon bantu dia, sekali ini saja, demi kelancaran kelahiranku aku mohon padamu...

Mengapa dirimu hanya acuh?

Ini istrimu, ini tanggung jawabmu!

Tuhan...mengapa ibuku harus mengalami ini

Alur kehidupannya sudah terorak arik karnaku

Sejak aku ada di perutnya mengapa ia harus mendapat cobaan begitu berat Tuhan..

Mengapa?



Ibu, kuatkan dirimu..

Anakmu ini akan hadir di duniamu ibu

Anakmu ini akan mengusap air matamu bu

Anakmu ini yang akan menemanimu

Hanya aku bu yang bersamamu

Hanya aku, mereka semua tak peduli padamu

Maafkan aku bu, ini semua karenaku 

Mengapa aku harus hadir,mengapa 

Jika kehadiranku membuatmu tersiksa


Bu...mengapa kau sedih?

Aku sudah hadir di pelukanmu bu...

Tapi mengapa air matamu masih mengalir?

Apakah engkau tak mengharapkanku?

Ah tak mungkin, aku tahu, dirimu takut nasibku sepertimu kan bu?

Doakan anak mu ini, semoga kelak bisa menghapuskan lukamu yang masih basah ini

Doakan bu semoga anakmu tak senasib denganmu

Karena aku tau, aku tak kan sekuat dirimu

Sudahlah bu lupakan itu, mari kita jalankan bersama, lupakan yang membuatmu beban

Terimakasih permataku, dirimu yang mengajarkan kerasnya hidup ini,

Ibu....


Lamongan, 3 September 2021


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.