Menyusuri jalan, yang tapaknya pun tak beralasan

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 Menyusuri jalan, yang tapaknya pun tak beralasan  


Mencari kemungkinan pada niatan  

Berada diantara luka dan tawa manusia  

Beradu dengan liku yang mengganggu  

Maknanya berbeda tuan ! 

Teriakku pada ingatan yang memekakkan  

Bagaimana bisa menaruh mimpi pada dunia 

Sulit terselesaikan dengan sebuah kanvas tak berwarna 

Mewarnai dengan pelik yang tercekik  

Pulang untuk peluk pada ia yang tak mengutuk  

Dipojok ruangan , sang pemeran kehidupan 

Bertanya pada seseorang, apa ini ? 

Tak juga terselesaikan dengan kata rayuan 

Ia menolak lupa 

Kembali melihat rona jingga mewarnai cakrawala 

Disudut kota yang menganggapnya pun tak ada 

Semakin ripuh jalannya 

Semakin terlihat jelas lelahnya 

Membawa pulang kantung pengaduan 

Dibawah lampu merah perempatan 

Tatapan kosong akan kenyataan pahitnya perjalanan  

Mengadu pada sang pencipta akan nelangsanya raga 

Tak kunjung juga mendapatkan kalimat bahagia menurut mereka  

Semakin larut pedihnya semakin terasa 

Tak membawa apa-apa selain luka yang menganga 

Diatas jembatan layang ia menatap langit malam 

Dengan terpejam bergumam 

Barangkali tuhan sedang menatapnya 

Menitipkan pengharapan dan keyakinan  

Meluapkan tawa diakhir tangisnya 

Menunduk dan berbisik pada hatinya 

Mengapa tuhan tidak mengambil nyawanya saja"


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.