LOMBA CIPTA PUISI TINGKAT NASIONAL LINTANG INDONESIA DEADLINE 17 SEPTEMBER 2021

LOMBA MENULIS PUISI NASIONAL @LOMBAPUISI X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 30 SEPTEMBER 2021

LOMBA MENULIS PUISI NASIONAL @LOMBATERBARU X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 01 OKTOBER 2021

Euforia di Minggu Berikutnya

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 Euforia di Minggu Berikutnya 


Saat surya mulai meluruh

Sembari menjeput kisah baru nan teguh

mengukir kuasa semesta penuh sungguh

Menggapai rekah cahaya yang sempat jatuh

Serta menuai kasih yang akan berlabuh

Kala mengingat  sosoknya yang hangat dan teduh

Bersua dengan sejuk tanpa keluh


Setelah hari itu,

Binar matanya selalu terlintas dalam pikirku

Membuat selembaran mimpi di luar tidurku

Meninggalkan bisik lembut nan syahdu

Di dalam tanah lembab, membangun dunia yang baru

Dunia bagi perasaan yang menggerutu

Penggelar nyanyian hidup ke seberang waktu

Lalu yang tinggal, meringkuk dalam semestaku


Berikutnya, waktu meninggalkan jagat semesta

Dengan bayang  cantik yang merambat sukarela

Sembari melihat krisan dan lavender menyapa

Yang bahkan sebelumnya enggan bercerita

Kini merekahkan senyumnya di luar pintu kaca

Yang tertuang dalam catatan sepanjang usia


Rupanya dedaunan telah jatuh tanpa diatapi matahari

Menemani di sepanjang Lorong muka bumi

Demi mengantarkan perasaan yang tak bertepi

Setelah pemberangkatanku kepadamu yang belum kembali

Dan pertemuan kita yang belum pernah diakhiri

Membuat bunga dan rumput tersenyum iri

Mengekalkan cinta dalam bayangan yang sepi


Berikutnya, 

Akan kutatap matanya

Kubingkai senyumnya

Dan kupungut harum wanginya

Dalam remang-remang dunia

Yang terlipat dengan baik, terlepas dari nestapa

Tak peduli seberapa panjang usia

Seberapa besar dinding gelap yang tak terbuka

Seberapa jauh jarak diantara doa-doa kita

Aku akan  memeluk euforiamu menembus cakrawala

Menyingkap nyanyian gaduhmu dengan rasa

Menutup detik waktu pada liang derita

Dan mencintaimu dari minggu lalu, hari ini dan berikutnya






"


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.