Puisi Menelusuri Mimpi itu


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



"Menelusuri Mimpi itu 


Bunga-bunga yang indah menghiasi langit malam

Cahaya pun menyelimuti suara kota ini dengan eratnya

Kata-kata yang terdengar di dunia tanpa suara bagi kita berdua adalah “Aku mencintaimu”

Masa depan dalam mimpi ku adalah dua bayangan yang berdampingan di malam musim panas bersamamu

Ketika kembang api yang menyala di langit itu menghilang maka itulah pertandanya


Pada pagi hari yang biasanya dengan sosokmu yang seperti biasanya

Tanpa kusadari aku tiba-tiba memalingkan wajahku

Bagaimana ini? Aku tak dapat melupakan kata-katamu

Bahkan hingga sekarang masih menggema dalam pikiran ku

Aku berlari melalui malam mengejar mimpi menuju masa depan yang ingin kuraih


“Benarkah?” pada mimpi itu, “Benarkah?” hingga sekarang

Aku masih belum yakin, tapi kuyakin pasti

Sekarang aku berlari mengejar hari esok menuju tempat hanya untuk kita berdua

Untuk sebentar saja, Kumohon jangan berubah

Untuk sebentar saja, Kata-kata yang kau ucapkan

“Sedang menunggu di masa depan itu”


Tak ada satu pun yang tahu malam bagi kita berdua itu

Menyatu dengan pemandangan yang selalu kudambakan

Bagai menghubungkan sekarang dan masa depan di langit musim panas kembang api itu mekar

Bersama denganmu di sini, aku menelusuri mimpi itu

Wajahmu diterangi oleh cahaya langit malam yang kita lihat sekarang


Ya, demi dapat melihat pemandangan ini selamanya

Ya, kuyakin dua masa depan dari kita berdua

Sekarang akan saling menyatu di malam itu ketika berdua denganmu

Tidak apa-apa, perasaanku pasti akan tersampaikan padamu

Menuju mimpi yang kulihat di hari itu


Sekarang aku berlari mengejar hari esok

Hingga aku dapat bertemu denganmu lagi

Untuk sebentar saja, kumohon jangan mengakhirinya

Untuk sebentar saja Lihatlah, kembang api yang terakhir itu

Sekarang menyelimuti kita berdua menggema di dunia tanpa suara

“Aku mencintaimu”

"


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.