Puisi BERIBADAH TANPA CORONA


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 "BERIBADAH TANPA CORONA


Tuhan 

Aku ingin bertanya

Apa benar dunia telah menua?

Tuhan

Aku ingin bertanya

Apa benar kiamat itu ada?

Tuhan 

Aku ingin jawabannya

Apa benar Corona itu utusan mu?


Tuhan

Aku takut

Aku sedih

Dan aku marah


Disaat dunia mulai menua,tapi

Manusia tak henti-hentinya

Untuk mengejarnya.

Disaat sebagai tanda kiamat telah

Muncul, mereka anggap itu bencana

Alam biasa.

Dan kini, di saat Corona

Memporak - porandakan dunia.

Ada yang coba menjauhkan kami

Dari rumah mu.

Apa itu benar tuhan ?

Apa itu salah ?

Aku tidak tahu 

Hatiku sedih

Hatiku merintih


Kalau memang semua kebijakan ini

Dilakukan demi kebaikan, mengapa

KetidakAdilan yang kami rasakan.

Rumah - rumah ibadahmu

Kini telah di tutup semua.

Namun pabrik - pabrik, perkantoran 

Masih saja bebas terbuka?

Apakah saat ini perekonomian lebih

diperlukan daripada mendekatkan 

diri kepada mu ya rab?


Aku bingung 

Ramadhan yang sudah berlalu

Bukan pakaian baru yang kurindukan

Tetapi yang kurindukan adalah 

Berpuasa dengan penuh kenyamanan

Yang kurindukan berjamaah

Melaksanakan sholat tarawih 

Dan sohlat yang lainnya.

Yang kurindukan alunan ayat suci mu 

Yang terdengar indah di

Masjid - masjid mu semua itu 

Yang kurindukan ya tuhan

Aku tak ingin ramadhan selanjutnya

Penuh dengan kewaspadaan

Seperti ramadhan yang sebelumnya.


Dengan mengangkat kedua tangan, ku

Memohon kepada mu ya rab.

Cepatlah wabah ini berlalu

Cepatlah semua tugasnya

Agar kami bisa melakukan indahnya

Sohlat berjamaah lagi.


Bismillahilladzi la yudhurru

Ma'asmihi syai'un fil Ardhi

Wa la fis samaa'i wahuwas sami'ul

Alim.

Aamiin yaa Allah

Aamiin yaa Rahman

Aaminn yaa Rahim"


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.