Puisi Antroposfer di Nusantara


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 "Antroposfer di Nusantara


Memerah kembali tiap mata

Setelah berkelana menyusuri hari

Dengan menginjak tiap ragu dan yakini diri sendiri


Tiap warna kulitnya

Tiap bentuk rambutnya

Tiap karsa, marga dan sukunya

Masih putih tulangnya

Masih merah darahnya

Menggengam harapan pada Garuda


Redup rembulan kala itu

Kian mewakili letih para pejalan kaki

Mengusik dasi-dasi rapi disana

Masalah kita sama, masih tentang nominal

Katanya, disela rimbunnya rasa lelah sepanjang hari itu


Sebentang timur ke barat, sejauh selatan ke utara

Kita punya harapan yang sama tentang dunia

Menyulam tiap kesempatan

Berharap rembulan memulihkan mata setelah redupnya senja


Jari jemari yang gemar bekerja,Hati yang berdoa sedalam-dalamnya 

Menghargai segala yang berbeda

Inilah alasan munculnya Nusantara


Semoga para penjilat dan pengkhianat bangsa

Yang ada sejak dulu kala

Kiranya waktu segera menumpaskannya.

"


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.