LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL @LOMBATERUPDATE X @INFOLOMBAPUISI DEADLINE 14 OKTOBER 2021

Boneka kebaikan

 










Selamat datang di Lintang Indonesia. Di bawah ini adalah salah satu cerpen dari peserta Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional Net 24 Jam. Cerpen ini lolos seleksi pendaftaran dan dibukukan ke dalam buku yang berjudul,"Sebuah Cerita Tentang Kepergian". Klik link di bawah ini untuk informasi lomba: 

https://www.net24jam.com/2021/10/lomba-cipta-cerpen-tingkat-nasional-net.html


Selamat Menikmati Cerpen di bawah ini:


 "Boneka kebaikan


   Minggu lalu, Alana pergi ke mal dengan ayah dan ibunya. Disana, ia melihat sepasang boneka barbie. Alana langsung meminta ayah membelikan boneka barbie tersebut. Namun ayah tidak mau. Ayah khawatir alana jadi malas belajar. Alana sangat kesal. Beberapa hari ini, ia pun tampak sering melamun.

   Suatu malam, alana sangat terkejut. Ia melihat sepasang boneka barbie impiannya ada di dalam lemari mainannya.

‘’Astaga…..kenapa kalian bisa ada di lemari mainanku?’’ serunya girang. Saking senangnya, Alana langsung bermain dengan sepasang boneka barbie itu. Ia sampai lupa bertanya pada ayah atau ibunya. Alana bermain dengan boneka barbie itu sampai larut malam. Akhirnya ia tertidur Bersama kedua boneka barbie itu.

   Keesokan paginya, alana hampir saja bangun tidur kesiangan. Untung mbak mun, pembantu dirumahnya, membangunkannya. Alana langsung mandi dan berpakaian. Ia lalu ke meja makan, tanpa sempat membereskan mainannya yang berserakan di lantai. 

   Selesai sarapan, ayah mengantar alana ke sekolah. Diperjalanan ayah tidak menyinggung soal sepasang boneka barbie itu. Alana jadi bingung untuk bertanya. ‘’belajar yang baik, ya, sayang’’ pesan ayah setiba disekolah. Alana mencium tangan ayahnya, lalu berlari menuju kelasnya. 

   Ketika pelajarannya dimulai, alana tidak bisa berkonsentrasi. Pikirannya hanya pada boneka barunya di rumah. Sepasang boneka barbie yang sangat ia idam idamkan itu sudah ada di kamarnya. Alana bingung siapa yang meletakkan boneka barbie itu di kamarnya?.

   Alana yakin mainan itu bukan pemberian ayahnya. ‘’kalau kamu ingin dibelikan boneka barbie, harus rajin belajar dahulu!’’ begitu kata ayah dulu. Alana merasa ia belum melakukan kehendak ayahnya ia masih malas belajar.

   Sepulang sekolah, alana langsung menuju kamarnya. Buru buru ia membongkar lemari mainannya yang sudah dirapikan mbak mun. alana langsung mencari sepasang boneka barbienya. Alangkah terkejutnya alana Ketika melihat boneka barbienya hilang satu.’’ Mbaaaaak!!! Mbak mun…boneka barbieku kok hilang satu?’’ teriak alana kesal. Mbak mun dating tergopoh-gopoh dan membantu mencari boneka barbie itu.’’tadi pagi mbak ingat, boneka barbienya masih ada dua,kok’’ kata mbak mun bingung.

   Sia-sia saja alana dan mbak mun mencari.boneka barbie itu sudah menghilang. Alana sedih sekali. Kini boneka barbienya  tinggal satu tak punya teman. ‘’ada apa alana?’’ tanya ibu saat melihat wajah alana yang murung. Alana berfikir sejenak. Apakah ia akan menceritakan masalahnya kepada ibu? Namun alana khawatir ibu akan menggambil boneka barbie yang tinggal satu itu. Alana akhirnya menggeleng dan berkata ‘’enggak ada apa-apa kok, bu!’’

   Siang itu, alana Kembali bermain dengan boneka barbie itu. Tanpa sadar, ia sudah bermain sepanjang hari didalam kamar. Alana lupa belajar dan lupa mengerjakan pekerjaan rumahnya. ‘’alanaa…..’’suara ibu terdengar dari luar. Buru-buru alana menyimpan boneka baerbie itu didalam lemari mainannya. ‘’ya, bu!’’ lalu membuka pintu kamar. Ibu sudah berdiri didepan pintu.’’kamu tadi tidak tidur siang ya ?’’tanya ibu. Alana menggeleng.’’sudah buat pekerjaan rumah?’’tanya ibunya lagi. Dan sekali lagi alana menggeleng. Ibu menghela nafas.

   ‘’ini sedah sore!apa yang kamu lakukan dikamar sejak tadi siang? Ibu kira kamu sedang belajar’’ keluh ibu kecewa. Alana hanya terdiam.’’lekas kamu kerjakan pekerjaan rumah lalu mandi. Sebentar lagi ayah pulang’’ perintah ibu. alana menurut.

   Saat makan malam, ibu menceritakan kelakuan alana pada ayah.’’ Alana kamu, kan mau dibelikan boneka barbie. Kalua kamu malas belajar, batal membelikan kamu boneka barbie’’ kata ayah. Alana hanya terdiam. ‘’aku harus merahasiakan boneka barbie dikamarku.ayah dan ibu tidak boleh tahu aku sudah punya boneka barbie’’ piker alana.

   Malam harinya, sebelum tidur, alana membongkar Kembali lemari mainannya. Matanya terbelalak. boneka barbie keduanya juga menghilang! Alana cemas dan mencari keseluruh penjuru kamar. Namun tak  ada  hasil. Alana pun menangis. Ia sedih sekali. Bagaimana caranya boneka barbie itu bisa hilang? 

    Tak berapa lama, terdengar ketukan pintu. Alana buru-buru mengusap air matanya. Ibunya masuk kedalam kamar dan sempat melihat air mata alana. ‘’ada apa alana?’’ tanya ibu. Mula- mula alana ragu. Namun akhirnya bercerita tentang sepasang boneka barbie yang datang lalu menghilang secara misterius. 

   Ibunya tersenyum, lalu mendekat dan mengelus rambutnya. ‘’alana sebetulnya, ayah  yang membelikan boneka barbie itu untukmu. Ayah ingin tahu, apa kamu bisa pegang janjimu. Tapi ternyata mainan itu bikin kamu malas belajar dan lupa waktu. Itu sebabnya, ayah mengambil Kembali kedua boneka barbie itu’’ cerita ibu. Alana malu sekali, pipinya merah. 

   ‘’ayah dan ibu menamakannya boneka kebaikan. Jika kamu menjadi anak yang baik, boneka barbie itu akan setia menemanimu bermain’’ kata ibu lagi. Terima kasih, bu. Alana janji akan rajin belajar. Alana juga akan mengatur waktu bermain. Alana tidak mau kehilangan sepasang boneka kebaikan itu’’ janji alana sungguh-sungguh sambil memeluk ibunya. 

   Tiba-tiba, ada sepasang tangan yang mengulurkan sepasang boneka kebaikan itu ke depan alana. Tenyata ayah sudah berada di dekatnya. Alana tersenyum Bahagia.’’terima kasih, ayah’’ bisiknya.


nama ; qonita dzus saniya

asal kota ; lamongan

jenis cerpen ; cerpen anak

usia ; 16 tahun


"


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.