Cerpen Semua Karena Cinta By Lintang Aksa Bagaskara

SEMUA KARENA CINTA

***


Katya melangkah santai menuju ruang kelasnya, yang begitu jauh dari gerbang sekolah. Setiap hari ia harus melewati koridor yang panjangnya seperti jembatan Sirotol Mustaqim (Lebay). Dengan wajah lesu yang lusuh ia mencoba menyemangati dirinya sendiri. 

Tiba-tiba pikirannya kembali hanyut pada kejadian kemarin.

"Kak katya!" panggil seseorang di belakang, katya sontak kaget dan menoleh kearah seseorang yang memanggilnya itu. 

Katya menatap Innaheran, dan sebelum katya bertanya inna sudah berbicara. "Kak Katya mau gak jadi kakak ipar Inna? Bukan sebuah permintaan tapi semua karena cinta!" ucap Inna.

Ploong terasa seperti ada sesuatu yang menghantam tubuhnya, kenapa seperti begitu aneh bagi Katya. Katya mencoba berpura-pura bingung, dengan ekspresi yang datar. Namun terlihat jelas seseorang tengah memperhatikannya dari kejauhan. 

"Kakak belum mau menikah," ucapnya mencoba mencairkan suasana yang sedikit menegang. 

Inna menatapnya heran, keningnya berkerut bingung. "Kan Inna cuma minta kepastian, kakak mau kan jadi kakak ipar Inna?" tanyanya sekali lagi. 

Kenapa bukan dia yang bicara langsung! Datang kerumah, bilang sama ayah, sama ibu! Bukan seperti ini caranya mengungkapkan cinta! Katya menggerutu sendiri dalam hati.

"Emzz, kalau memang itu semua karena cinta, suruh dia datang kerumah ya, Inna tahu syari'at islam kan?" 

Inna mengangguk. "Yasudah kak,  Inna pergi  dulu. Assalamualaikum."

Kejadian kemarin masih terngiang jelas dalam otak Katya. Walau dia senang namun, tentu saja dia tidak suka cara seperti itu. Dasar kaum Adam pengecut! Pikirnya. 

Ya, kemarin itu Inna bilang dia menginginkan Katya menjadi kakak iparnya. Namun, sejak kemarin Katya menunggu tak ada tuh yang datang ke rumah. Basi!  Batinnya kesal. 

Dia terus melangkah, kelasnya sudah mulai terlihat tinggal sedikit lagi ia akan sampai di ruangan tercintanya itu. Namun, langkah Katya terhenti karena sebuah panggilan yang tak jauh dari tempatnya. 

Katya celingukan bukan mencari sang pemanggil,  namun mencari apakah ada orang selain dia yang bernama Katya, takut-takut nanti dia malah membuat malu dirinya sendiri. 

Katya mendengar langkah kaki mendekat kearahnya, katya pun dengan cepat menoleh ke belakang. Dan ternyata itu Abdullah. Mau apa dia?  Mau klarifikasi kalau inna adiknya kemarin cuma bercanda?  Huh,  dasar cupu! Batinnya terus mengumpat laki-laki di depannya. 

"Ada apa?" tanya Katya jutek, judes seperti biasanya. 

Terlihat diseberang ada wajah gugup yang sangat jelas dia tampakkan. "E-e ... Inna kemarin sudah ...  e-e, gimana Inna kemarin?"

Kening Katya berkerut. "Apaan sih?  Yang jelas kalau ngomong!" Suara katya mulai meninggi tak sabaran. Dasar katya!

Laki-laki di depannya terlihat gugup bukan main, ia menggigit bibir bawahnya, dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Katya greget sendiri melihat itu. 

"Kalau mau ngomong cepetan! Banyak waktu yang mubazir nih!"

"Iya-iya.  Besok aku kerumah kamu yah.  Bawa ayah sama ibuku juga kok. In Syaa Allah. Semua Karena Cinta. Assalamualaikum." Selesai bicara laki-laki bernama Abdullah itu pergi tanpa pamit, meski begitu tetap saja Katya menyukainya. 

"Waalaikumsallam warrahmatullahi wabarrakatuh." Senyum mengembang jelas di bibir Katya. Mungkin itulah yang dimanakan karena cinta.  Ya semua memang karena cinta, namun tak boleh diprioritaskan,  karena cinta yang sesungguhnya hanya untuk Illahi Rabbi. 

Cinta yang sejati mengajak yang halal, 
Tak akan jauh pergi bersabar dan tawakal .... 

End .... 



Lintang Aksa Bagaskara 






Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.